Bau Busuk Sampah Ganggu Ribuan Santri Ponpes Al Amanah Sidoarjo, Bupati Subandi: Besok Semua Harus Bersih

Kiai Nurcholish Misbah: Terima Kasih Respons Cepat Pak Bupati Subandi

8 April 2026 19:58 8 Apr 2026 19:58

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Bau Busuk Sampah Ganggu Ribuan Santri Ponpes Al Amanah Sidoarjo, Bupati Subandi: Besok Semua Harus Bersih

Bupati Subandi (kiri) menjelaskan solusi yang harus dilakukan di TPS Sampah Desa Terungkulon, Krian, kepada Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono dan perangkat desa setempat. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Berbulan-bulan tumpukan sampah mangkrak di TPS Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Aroma busuk itu mengganggu ribuan santri Ponpes Al Amanah, Desa Junwangi, yang belajar di gedung seberang jalan. Sangat menyengat. Kondisi itu disaksikan langsung oleh Bupati Subandi. Sikapnya tegas.

”Besok harus clean up. Bersih semua,” ujar Bupati Subandi saat melakukan sidak ke lokasi pada Rabu (8 April 2026).

Di depannya terlihat Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono, Pj Kades Terungkulon Randi Kusuma, serta perangkat desa dan BPD Desa Terungkulon. Bupati memperhatikan kondisi tempat penampungan sampah (TPS). Limbah rumah tangga menumpuk.

Menurut informsi, TPS Sampah Terungkulon, Krian, itu sudah tidak terurus selama sekitar 3 bulan terakhir. Mangkrak. Warga terus membuang sampah ke lokasi tersebut. Tetapi, tidak ada pengelola di sana. Pengendara juga seenaknya melempar sampah ke TPS.

Kondisi itu berakibat polusi udara bagi warga sekitanya. Termasuk lebih dari 2 ribu santri yang belajar di Ponpes Al Amanah Junwangi. Bupati Subandi pun meminta Pemerintah Desa Terungkulon dan DLHK Sidoarjo cepat menanganinya.

”Kalau tidak ditangani, kasihan anak-anak kita,” kata Bupati Subandi.

Foto Kondisi sampah yang menumpuk di TPS Sampah Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, Sidoarjo, pada Kamis (8 April 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Kondisi sampah yang menumpuk di TPS Sampah Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, Sidoarjo, pada Rabu (8 April 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Orang tua santri menitipkan anak-anak untuk belajar di pondok pesantren agar pintar. Bangun fondasi kecerdasan dan kepribadian. Kalau kondisi lingkungan ada tempat sampah yang dibiarkan, itu tidak mendidik. Melindungi dan menjaga anak-anak itu merupakan tanggung jawab bersama.

Pemerintah Desa Terungkulon, DLHK Sidoarjo, Badan Permusyawaratan Desa, RT-RW, maupun masyarakat sekitar harus peduli pada kondisi seperti itu. Bupati tidak bisa turun dan bekerja sendiri.

”Semua ayo kerja bareng menyelesaikan persoalan sampah di Sidoarjo,” tegas Bupati Subandi.

Bupati Subandi juga memerintahkan segera pembentukan Kelompok Swadaya Pengelola (KSP) Sampah. Setelah itu, sistem pengelolaan TPS ditata. Bagaimana pemilahan, pengangkutan, dan sebagainya.

Bupati Subandi juga meminta Pemerintah Desa Terungkulon untuk mencari lokasi alternatif TPS sampah selain di dekat Ponpes Al Amanah. Bisa di tanah kas desa (TKD) untuk membangun TPS baru. Agar masyarakat tidak terganggu polusi bau sampah. Semua direncanakan menyeluruh. Dari kebutuhan lahan, kapasitas pengelolaan sampah, hingga perkiraan anggaran.

Foto Bupati Subandi memerintahkan Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono (kanan) dan Pj Kades Terungkulon Randi Kusuma segera membersihkan sampah di TPS Sampah Desa Terungkulon, Krian. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com).Bupati Subandi memerintahkan Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono (kanan) dan Pj Kades Terungkulon Randi Kusuma segera membersihkan sampah di TPS Sampah Desa Terungkulon, Krian. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com).

Bupati Subandi berharap penggelolaan sampah dilakukan dengan sistem yang terintegasi dan berkelanjutan. Demi mewujudan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Kedatangan Bupati Subandi itu disambut dengan gembira oleh keluarga Ponpes Al Amanah, Junwangi. Pengasuh Ponpes Al Amanah KH Nurcholis Misbah menyambut langsung kehadiran Bupati Subandi dan DLHK Sidoarjo. Tampak Bupati Subandi mencium tangan Kiai Nurcholis Misbah.

Menurut Kiai Nurcholis Misbah, sebenarnya, pendirian TPS sampah di seberang jalan Ponpes Al Amanah itu merupakan gagasan yang bagus. Tujuannya mencoba mengurangi beban di TPA (Jabon) milik Pemkab Sidoarjo.

Cuma, pengelolaan TPS tidak konsisten dan kesadaran masyarakat lemah. Itu yang justru menjadi problem. Posisi TPS berada di dekat pondok pesantren dan di tengah kawasan perumahan. Itu mengakibatkan polusi. Sangat berdampak terhadap kesehatan menjadi masalah sosial masyarakat.

”Kalau tidak diatasi dengan baik, itu akan memengaruhi kredibilitas pemerintah kabupaten,” jelasnya.

Kiai Nurcholish Misbah menyatakan terima kasihnya atas kedatangan Bupati Subandi. Persoalan TPS di dekat Ponpes Al Amanah itu dilaporkan lewat media sosial dan ditindaklanjuti dengan cepat. Bupati Subandi datang dengan dinas terkait. Melakukan tindakan cepat untuk mengatasinya. Hasilnya akan ditunggu dalam beberapa hari ke depan.

”Tentu ini respons yang luar biasa. Kami sangat mengapresiasi,” ungkap Kiai Nurcholish Misbah. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bupati Subandi DLHK Sidoarjo Sampah di Sidoarjo Ponpes Al Amanah Desa Terungkulon Pemkab Sidoarjo Kiai Nurcholis Misbah