Progres Gedung Baru Ponpes Al Khoziny Lampaui Target

Kementerian Pemberdayaan Manusia Cek Pembangunan ke Sidoarjo

4 April 2026 08:56 4 Apr 2026 08:56

Thumbnail Progres Gedung Baru Ponpes Al Khoziny Lampaui Target

Tim Kemenko Pemberdyaan Masyarakat dan Kementerian PU mengecek perkembangan pembangunan gedung baru Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, pada Kamis (2 April 2026). (Foto: Dokumen)

KETIK, SIDOARJO – Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dr Abdul Muhaimin Iskandar melakukan ground breaking pembangunan gedung Ponpes Al Khoziny, Buduran, pada 11 Desember 2025 lalu. Pada Kamis (2 April 2026), Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Haris memonitor langsung perkembangan proyek senilai Rp 125 miliar tersebut. Progres melampaui target.

Abdul Haris datang bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri. Monitoring dilakukan sekaligus sebagai koordinasi lapangan beberapa kementerian. 

Monitoring dan koordinasi lapangan bertujuan untuk memastikan pembangunan gedung baru Ponpes Al Khoziny dapat diselesaikan sesuai target waktu. Gedung baru Ponpes Al Khoziny bisa tuntas pada Juni 2026. 

Dengan begitu, gedung baru nanti dapat digunakan untuk proses pembelajaran di pesantren pada tahun ajaran baru 2026/2027. Sebagaimana arahan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat ground breaking pada 11 Desember 2025.

Foto Tim dari berbagai kementerian melihat langsung perkembangan pembangunan gedung baru Ponpes Al Khoziny,  Buduran, Sidoarjo. (Foto: Dokumen)Tim dari berbagai kementerian melihat langsung perkembangan pembangunan gedung baru Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. (Foto: Dokumen)

Bagaimana hasil monitoring? Berdasar kondisi di lokasi pengerjaan proyek, diperoleh informasi bahwa proses pembangunan fisik sudah mencapai 22,35 persen. Capaian ini melebihi target yang ditetapkan, yakni 20,33 persen sampai dengan 31 Maret 2026.

PT Waskita Karya melaporkan, potensi keterlambatan akibat pemasangan tiang pancang telah diantisipasi. Pemasangan itu harus dilakukan secara hati-hati agar tidak berdampak pada bangunan-bangunan di sekitarnya. 

Di sisi lain, perwakilan Pondok Pesantren Al Khoziny mengusulkan agar dilakukan pula pemenuhan sarana pendukung pembelajaran setelah proses pembagunan selesai. Terkait usulan tersebut, perwakilan Kementerian Agama akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan sarana pendukung.

Kementerian Pekerjaan Umum meminta dukungan kepada Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat untuk mengakselerasi tindak lanjut usulan anggaran pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Tahun Anggaran 2026. Usul anggaran tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Sekretariat Negara.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu di Kemenko Pemberdayaan Masyarakat pun Abdul Haris menyampaikan dukungannya untuk terus melaksanakan koordinasi lintas jementerian dan lembaga. 

"Itu sangat penting untuk memastikan bahwa pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny dapat dilaksanakan sesuai target," katanya. (*)

Tombol Google News

Tags:

menko PM Ponpes Al Khoziny Muhaimin Iskandar Kementerian PU sidoarjo