KETIK, GRESIK – Banjir luapan kembali terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Lamong, Kabupaten Gresik, pada Sabtu dini hari, 10 Januari 2026.
Peristiwa ini dipicu tingginya curah hujan di wilayah Gresik serta kiriman air dari hulu sungai di Kabupaten Lamongan dan Mojokerto, yang menyebabkan debit air Kali Lamong meningkat dan meluap ke jalan serta permukiman warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, menyatakan bahwa sejumlah desa krusial seperti Desa Wotan dan Desa Sedapurklagen menjadi titik terdampak paling signifikan.
Di Kecamatan Balongpanggang, BPBD mencatat banjir melanda tiga desa, yakni Wotansari, Banjar Agung, dan Pucung, berdampak ke 20 rumah, jalan raya, dan sawah 32 hektare terendam.
Kecamatan Benjeng ada sebanyak enam desa terdampak, yakni Lundo, SedapurKlagen, Delik Sumber, Kedung Rukem, Munggugianti, dan Bulurejo.
Dampak banjir di Kecamatan Benjeng ini sebanyak 543 rumah, jalan raya, fasilitas umum masjid hingga bangunan sekolah, dan 192 hektare sawah tergenang. Sedangkan untuk Kecamatan Cerme, banjir berdampak ke Desa Gurang Anyar merendam jalan raya, fasilitas umum sekolah dasar negeri (SDN), dan sawah 1 hektare.
"Ketinggian banjir bervariasi 5 sampai 30 sentimeter," jelasnya.
Wilayah yang tergenang ini memang sering terdampak banjir jika Sungai Kalilamong meluap. Luapan Kalilamong ini diketahui sempat surut dua pekan lalu, ratusan rumah warga dilaporkan terendam imbas luapan Sungai Kali Lamong.
"Kemarin Lamongan banjir, aliran Kalilamong mengalir ke hilir Gresik," pungkasnya.(*)
