KETIK, GRESIK – Ratusan masyarakat Gresik memadati Klenteng Kim Hin Kiong di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, untuk merayakan Festival Cap Go Meh 2577 Kongzili.
Perayaan ini berlangsung meriah pada Selasa malam , 03 Maret 2026, dan merupakan puncak perayaan Cap Go Meh yang menandai hari terakhir dari rangkaian perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina.
Cap Go Meh, dalam tradisi Tionghoa, menjadi simbol kebersamaan, keberuntungan, serta harapan baru. Perayaan ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti berdoa, pertunjukan barongsai, hingga liang liong. Acara ini diselenggarakan besar-besaran sebagai simbol berbagi kebahagiaan.
Suasana Perayaan Festival Lontong Cap Go Meh 2577 Kongzili di Klenteng Kim Hin Kiong Gresik (Foto: Daniel Andayawan/Ketik.com)
Ritual sembahyang Cap Go Meh tetap dilakukan oleh sebagian warga keturunan Tionghoa sebelum pertunjukan dimulai. Suasana semakin meriah ketika para pemain barongsai tampil memikat para penonton.
Atraksi para pemain yang rata-rata remaja itu menarik perhatian dan mengundang penonton untuk berbagi angpao. Demikian pula atraksi liang liong yang menarik perhatian banyak orang. Beberapa pengunjung merekam gambar dengan kamera gawai untuk dokumentasi dan diunggah di media sosial.
Perayaan Lontong Cap Go Meh di Klenteng Kim Hin Kiong ini juga dihadiri oleh Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, Wakapolres, Kasatlantas, dan Kapolsek Gresik Kota, Iptu Muhammad Kevin Ramadhan bersama Formagam, Kemenag, BAMAG, dan berbagai pemuka agama di Gresik.
Kapolres dan Kapolsek Gresik Kota Saat Tinjau Lokasi Perayaan Festival Lontong Cap Go Meh di Klenteng Kim Hin Kiong Gresik (Foto: Daniel Andayawan/Ketik.com)
Kapolsek Gresik Kota, Iptu Muhammad Kevin Ramadhan, mengatakan bahwa situasi Festival Cap Go Meh di Gresik berlangsung meriah dan kondusif.
"Saya dan Kapolres Gresik meninjau langsung Festival Cap Go Meh di Klenteng Kim Hin Kiong Gresik. Ratusan masyarakat terlihat antusias dan tetap tertib saat melihat pertunjukan Barongsai dan Liang Liong," ujarnya.
Ia menuturkan bahwa walaupun menggelar perayaan Festival Lontong Cap Go Meh ini ditengah bulan Ramadhan mencerminkan toleransi antar umat beragama di Gresik.
"Toleransi antarumat beragama di Gresik sangat luar biasa. Perayaan Lontong Cap Go Meh di tengah bulan Ramadhan tetap berjalan dengan tertib dan saling menghormati satu sama lain," jelasnya.
Ketua TITD Kim Hin Kiong, Tan Sutanto, menyampaikan bahwa diadakan pertunjukan barongsai dan liang liong ini menarik minat masyarakat dan dapat meramaikan perayaan.
“Untuk meramaikan festival Cap Go Meh, kami datangkan pertunjukan barongsai dan liang liong dari berbagai daerah di Jawa Timur, kami jadikan satu,” ujarnya.
Sutanto berharap agar perayaan Cap Go Meh ini bisa menjadi penanda kerukunan antar umat beragama di Gresik, serta negara menjadi aman dan damai.
“Perayaan Cap Go Meh menjadi penanda kerukunan antar umat beragama di Gresik bisa terjaga. Negara menjadi aman dan tentram,” pungkasnya.
Sementara itu, kuliner khas lontong Cap Go Meh disajikan kepada para pengunjung sambil menyaksikan pentas seni barongsai dan liang liong. Lontong Cap Go Meh disantap dengan kuah santan dan lauk daging ayam. (*)
