KETIK, JEMBER – Sebuah rumah milik Ibrahim di Jalan Udang Windu, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, terbakar pada Rabu, 11 Maret 2026 menjelang waktu berbuka puasa.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.50 WIB itu sempat membuat warga sekitar panik. Api terlihat muncul dari dalam rumah dan dengan cepat merambat ke bagian belakang bangunan.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga bernama Bunari kepada petugas UPT Damkar Mako A Pemerintah Kabupaten Jember. Menindaklanjuti laporan itu, satu unit mobil pemadam kebakaran dengan tujuh personel langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 17.51 WIB.
Komandan Regu Mako A Damkar Pemkab Jember, Suharto, mengatakan tim tiba di lokasi sekitar pukul 18.05 WIB dan segera melakukan pemetaan area sebelum memulai proses pemadaman.
“Begitu tiba di lokasi, tim langsung melakukan pemetaan untuk mengetahui titik api. Setelah itu petugas segera melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas,” ujar Suharto saat dikonfirmasi wartawan di lokasi kejadian.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.18 WIB atau sekitar 13 menit setelah proses pemadaman dimulai. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Dari hasil asesmen sementara, api diduga pertama kali muncul dari kasur di kamar tengah rumah dan kemudian merambat ke kamar bagian belakang.
“Awalnya yang terbakar adalah kasur di kamar tengah. Kemudian api merambat ke kamar belakang. Di dalam kamar itu ada dua kasur yang terbakar dan juga sebuah lemari,” jelas Suharto.
Rumah berukuran sekitar 6 x 12 meter persegi itu memiliki tiga kamar. Akibat kebakaran tersebut, sekitar 40 persen bangunan, terutama di bagian belakang rumah, mengalami kerusakan.
“Kalau dilihat dari kondisi di lapangan, sekitar 40 persen bangunan terbakar, terutama di bagian belakang rumah,” tambahnya.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Kerugian materiil masih dalam proses pendataan, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
“Untuk korban jiwa nihil dan korban luka juga tidak ada. Sementara untuk kerugian materiil masih kami data dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” katanya.
Proses pemadaman sempat terkendala karena lokasi rumah berada di gang sempit sehingga mobil damkar tidak bisa langsung mendekat. Petugas akhirnya mencari akses alternatif dari jalan di belakang rumah.
“Karena akses gang sempit, mobil damkar tidak bisa langsung masuk ke depan rumah. Petugas akhirnya mencari jalur dari belakang agar penanganan bisa lebih cepat,” ungkap Suharto.
Sementara itu, warga sekitar bernama Sugeng (46) mengatakan kebakaran terjadi tepat menjelang waktu berbuka puasa sehingga sempat membuat warga panik.
“Kejadiannya pas menjelang buka puasa. Warga yang ada di sekitar sini langsung keluar rumah karena melihat asap dari dalam rumah,” ujarnya.
Sugeng juga menyebut sebelum kejadian warga sempat mendengar adanya pertikaian keluarga di rumah tersebut, namun ia tidak mengetahui secara pasti kronologi peristiwa yang terjadi.
“Kalau kronologi pastinya saya tidak tahu, tapi warga bilang ada pertikaian antar saudara. Katanya terkait perebutan rumah,” kata Sugeng.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Kerugian akibat peristiwa tersebut juga masih dalam proses pendataan. (*)
