KETIK, GRESIK – Aksi sosial pembagian takjil yang digelar UPT SMPN 1 Gresik dalam rangka puncak Ramadan Fest sukses menyedot perhatian warga. Saking besarnya antusiasme masyarakat, arus lalu lintas di depan sekolah sempat mengalami kepadatan akibat antrean kendaraan yang mengular.
Sebanyak 2.000 paket nasi kotak disiapkan untuk dibagikan kepada para pengendara melintas. Namun, jumlah paket besar tersebut rupanya sebanding dengan animo masyarakat yang datang dari berbagai arah sehingga sempat membuat arus kendaraan tersendat.
"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Kami mohon maaf karena antrean kendaraan cukup panjang hingga sempat macet, namun ini adalah bukti semangat berbagi yang dirasakan langsung oleh warga," ujar Kepala UPT SMPN 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya.
Meski sempat memicu kepadatan, Beri menjelaskan bahwa momentum ini merupakan bagian dari kurikulum karakter untuk mendidik rasa kepedulian siswa. Para siswa terjun langsung membagikan paket kepada pengendara sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
"Ini adalah salah satu cara satuan pendidikan mendidik anak-anak agar lebih peduli. Mereka adalah calon generasi bangsa, jadi kami harus memberi contoh nyata tentang berbagi," tegasnya.
Lumpuhnya arus lalu lintas sesaat tersebut menjadi cerminan masifnya dukungan dari internal sekolah. Melalui koordinasi via WhatsApp Center, kolaborasi antara guru, komite dan wali murid berhasil mengumpulkan ribuan bingkisan secara swadaya.
Salah Satu Siswi SMPN 1 Gresik Bagikan Takjil Ke Pengendara Jalan (Foto : Daniel Andayawan/Ketik.com)
Beri menambahkan, selain berbagi di jalanan, perhatian juga diberikan kepada internal sekolah. Sebanyak 82 siswa yatim piatu mendapatkan santunan dan bingkisan khusus yang didukung penuh (back up) oleh wali murid lainnya.
"Saya sangat berterima kasih kepada orang tua dan komite. Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat baik," kata Beri.
Setelah aksi bagi-bagi takjil yang membeludak tersebut, rangkaian acara ditutup dengan pengumuman juara lomba religi (adzan, tartil, iqoma, dan konten video), khataman Al-Quran, serta buka puasa bersama di lingkungan sekolah.
Salah seorang siswa yang menerima hadiah karena berhasil memenangkan lomba hafalan Quran, Hafid, mengaku senang. Dengan keberhasilan memenangkan lomba ini menjadi pemicu untuk terus meningkatkan hafalan Quran hingga khatam.
"Senang ya bisa menang lomba hafalan Quran, sekarang baru hafal 1 juz. Butuh waktu 3-4 bulan untuk menghafalkannya. Targetnya kedepan bisa menghafalkan Quran hingga khatam," katanya.
Senada dengan Hafid, Karimah juga kaget bisa memenangkan lomba menghafal Quran. Ia juga memberikan target berapa juz yang harus dihafalkan hingga lulus SMP.
"Kaget saat disebut nama saya waktu pengumuman lomba menghafal Quran. Untuk waktu menghafalnya tidak lama, selain itu surat surat pendek saya juga sudah hafal. Target saya lulus SMP bisa hafal 3-4 Juz, sekarang kan baru hafal 1 juz," tuturnya. (*)
