Banjir-Longsor Landa Sejumlah Daerah Awal Januari 2026, Berikut Rinciannya

7 Januari 2026 16:50 7 Jan 2026 16:50

Thumbnail Banjir-Longsor Landa Sejumlah Daerah Awal Januari 2026, Berikut Rinciannya

Banjir yang melanda Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa 6 Januari 2026. (Foto : BPBD Kabupaten Nunukan)

KETIK, JAKARTA – Bencana hidrometeorologi basah, meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang, kembali melanda sejumlah wilayah Indonesia pada awal tahun 2026.

Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode Sabtu hingga Selasa, 4-7 Januari 2026, sedikitnya ada 4 wilayah terdampak, dengan ribuan jiwa terimbas dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan.

Lokasi terdampak antara lain Kabupaten Nunukan (Kalimantan Utara), Kabupaten Pesawaran (Lampung), Kabupaten Kepulauan Sitaro (Sulawesi Utara), dan Kabupaten Serang (Banten), dengan penanganan darurat serta pemantauan terus dilakukan oleh BPBD setempat.

  • Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Banjir merendam 10 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sembakung, Lumbis, dan Sebuku, sejak Minggu, 4 Januari 2026.

Sebanyak 4.461 jiwa terdampak, namun tidak ada warga yang mengungsi karena sebagian besar rumah berbentuk panggung.

Warga juga telah menyiapkan perahu atau sampan untuk menunjang aktivitas selama banjir. 

Kerugian materil di Nunukan meliputi terendamnya sembilan gedung sekolah, sembilan fasilitas kesehatan, serta dua fasilitas ibadah.

Hingga Selasa, 6 Januari 2026, banjir dilaporkan masih belum surut dan BPBD setempat terus melakukan koordinasi penanganan.

  • Kabupaten Pesawaran, di Provinsi Lampung

Banjir melanda dua desa di Kecamatan Way Khilau, Senin, 5 Januari 2026 malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 320 rumah warga terdampak. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 70 sentimeter di Desa Mada Jaya dan sekitar 30 sentimeter di Desa Penengahan.

Hingga Selasa, 6 Januari 2026, banjir masih menggenang di Desa Mada Jaya, sementara kondisi di Desa Penengahan mulai berangsur surut.

BPBD Kabupaten Pesawaran telah melakukan asesmen di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat.

  • Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara

Banjir bandang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin, 5 Januari 2026 sekitar pukul 02.30 WITA.

Sementara itu, proses pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang akibat banjir bandang dilanjutkan pada Rabu, 7 Januari 2026.

Data sementara mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 16 orang. Enam korban telah teridentifikasi, sedangkan sepuluh lainnya masih dalam proses identifikasi.

Selain korban meninggal, sebanyak 22 orang mengalami luka dan menjalani perawatan di puskesmas setempat, sementara dua korban dirujuk ke rumah sakit di Manado.

Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa dan masih terus diperbarui.

Banjir bandang tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, di antaranya tujuh rumah hanyut, 29 rumah rusak berat, serta 112 rumah rusak ringan.

Sejumlah akses jalan terputus dan beberapa bangunan perkantoran turut mengalami kerusakan. Pendataan kerugian materiil masih berlangsung.

Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro selama 14 hari, terhitung sejak 5 hingga 18 Januari 2026, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 1 Tahun 2026.

Penanganan saat ini difokuskan pada pencarian korban hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

  • Kabupaten Serang, Provinsi Banten

Tanah longsor terjadi tepatnya di kawasan Gunung Kaupas, Kampung Cibodas, Kecamatan Padarincang, pada Selasa, 6 Januari 2026 pukul 10.40 waktu setempat.

Lokasi longsoran berada sekitar satu kilometer dari permukiman warga.

BPBD Kabupaten Serang langsung melakukan pendataan serta identifikasi potensi longsor susulan. Pergerakan tanah dilaporkan masih terjadi di beberapa titik.

Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 266 warga dievakuasi ke lokasi pengungsian sementara di madrasah.

Hingga kini, situasi di lapangan terpantau terkendali dengan pemantauan dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi yang terus dilakukan.

BNPB: Prakiraan Cuaca Sepekan Didominasi Hujan

BNPB juga menyampaikan prakiraan cuaca hingga sepekan ke depan yang masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi basah.

Pemerintah daerah, khususnya BPBD, diminta terus memantau kondisi wilayahnya secara berkala, terutama di daerah dengan tingkat risiko bencana tinggi.(*)

Tombol Google News

Tags:

Bnpb Bencana banjir banjir bandang Evakuasi korban