Bambang Haryo Harap Olahraga Beladiri Masuk Kurikulum Sekolah, Komisi E DPRD Jatim Beri Dukungan

7 Maret 2026 12:57 7 Mar 2026 12:57

Thumbnail Bambang Haryo Harap Olahraga Beladiri Masuk Kurikulum Sekolah, Komisi E DPRD Jatim Beri Dukungan

Ketua Umum Pengprov Kodrat Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono (BHS), memberi sambutan di acara buka puasa bersama di Surabaya (Foto: Martudji/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Ketua Umum Pengprov Kodrat Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyampaikan bahwa pengenalan bela diri tradisional sejak dini yang dimulai di jenjang pendidikan dasar sangat baik bagi tumbuh kembang anak. 

BHS menegaskan, melalui olahraga terbentuk generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental dan karakter. Melalui olahraga juga untuk memperkenalkan budaya bangsa kepada generasi muda sejak dini. 

Hal itu diungkapkan Bambang Harjo Soekartono dalam sambutannya di acara Silaturrahmi dan Buka Puasa Wartawan, Ikatan Pencak Silat Indonesia dan Keluarga Olahraga Tarung Drajat di Surabaya, Jumat, 6 Maret 2026.

"Kegiatan ekstrakurikuler bela diri dapat dimulai sejak jenjang pendidikan dasar, menengah dan hingga sekolah menengah atas. Kami berharap olahraga bela diri asli Indonesia bisa menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, mulai dari TK atau SD hingga SMP dan SMA,” ujar

Melalui olahraga bela diri di lingkungan sekolah bukan sekadar menjadi aktivitas olahraga tambahan, namun juga untuk mengantar sukses siswa.

Latihan bela diri dapat menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif, disiplin dan terstruktur, siswa tidak hanya dilatih kemampuan fisik tetapi juga dibentuk mentalnya. Kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta tertanam jiwa sportivitas 

“Bela diri tidak hanya melatih kekuatan fisik, tetapi juga membangun mental serta karakter siswa. Selain itu, mereka juga dapat mengenal budaya dan warisan bangsa melalui olahraga asli Indonesia,” lanjutnya. 

Prestasi di bidang olahraga dapat memberikan peluang bagi para atlet muda untuk melanjutkan pendidikan di jalur prestasi. Itu memotivasi siswa untuk menekuni olahraga.

“Bagi atlet yang berprestasi, ada kesempatan memperoleh nilai tambah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan hingga perguruan tinggi,” jelasnya.

Mendengar itu, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso yang hadir di acara itu mendukung semangat memajukan olahraga Nusantara, khususnya di Jawa Timur, termasuk olahraga bela diri yang dinaungi Pengprov Kodrat Jawa Timur.

Wakil rakyat yang akrab disapa Cak Cahyo kemudian mengurai di Komisi E, jalinan kerjasama pembinaan olahraga terus dilakukan bersinergi dengan berbagai pihak.

Dirinya juga memuji BHS sebagai pengusaha yang turut berpirah memajukan olahraga di Jawa Timur. Termasuk wacana digelarnya Puslatda Mandiri. 

"Kami di Komisi E sangat mendukung semangat untuk memajukan olahraga di Nusantara, khususnya di Jawa Timur. Kolaborasi pentahelik semua elemen sangat penting, seperti yang hadir di tempat ini," ujar Cahyo. 

Lanjut Cahyo, pihaknya berseiring untuk kepentingan masyarakat bergandengan dengan dinas atau OPD Pemprov Jatim yang membidangi olahraga. Semangat memajukan olahraga disebut sangat penting, karena olahraga merupakan kekayaan dan identitas sebagai bangsa. 

Termasuk mendukung Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur yang merupakan ilahraga bela diri asli Indonesia menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

"PT Dharma Lautan Utama (DLU), tidak hanya mengurusi soal pelayaran yang mengkoneksikan pulau-pulau terpencil di Nusantara, tetapi juga melakukan pembinaan untuk memajukan olahraga khususnya di Jawa Timur, sebagai wakil rakyat kami sangat mengapresiasi," tegasnya. (*) 

Tombol Google News

Tags:

Bambang Haryo Dharma Lautan Utama Olahraga Beladiri Kurikulum Sekolah Komisi E DPRD Jatim Pemprov Jatim