Buka Puasa Bersama Menteri Agama dan REI Jatim

Gubernur Khofifah Ajak REI Sinergi Wujudkan Hunian Layak Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

7 Maret 2026 14:45 7 Mar 2026 14:45

Thumbnail Gubernur Khofifah Ajak REI Sinergi Wujudkan Hunian Layak Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Gubernur Khofifah hadiri acara Buka Puasa Bersama Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Pengurus REI Jatim (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur memperkuat sinergi dengan pemerintah guna mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ajakan disampaikan usai menghadiri kegiatan berbuka puasa bersama yang diselenggarakan DPD REI Jawa Timur di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Jumat, 6 Maret 2026.

Dihadiri Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar yang juga memberikan taushiyah, jajaran pengurus REI, para pengembang, serta pelaku industri properti di Jawa Timur.

Khofifah menyampaikan, momentum berbuka puasa bersama di bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung pembangunan sektor perumahan dan permukiman.

Menurutnya, pembangunan sektor perumahan memiliki peran strategis tidak hanya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

“Buka bersama ini bukan sekadar ajang silaturahim, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPD REI Jawa Timur dalam mendukung pembangunan sektor perumahan dan permukiman,” ujar Khofifah.

Khofifah menuturkan, ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan keberkahan yang mengajarkan umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat kepedulian sosial, empati, serta solidaritas kepada sesama.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Di kegiatan tersebut, turut hadir pula anak-anak yatim yang menjadi bagian dari agenda santunan dalam rangkaian acara Ramadhan. Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran REI Jawa Timur yang selama ini telah berperan aktif dalam mendukung pembangunan sektor perumahan dan permukiman di Jawa Timur.

“Kontribusi para pengembang sangat penting karena tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja serta membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah menghadirkan berbagai kebijakan strategis guna mempercepat pembangunan sektor perumahan. Salah satunya melalui program pembangunan tiga juta rumah yang menargetkan pembangunan satu juta rumah di kawasan perkotaan dan dua juta rumah di kawasan pedesaan.

Di Jatim, kontribusi para pengembang dalam penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 32.384 unit rumah MBR direncanakan dan telah dibangun oleh para pengembang. 

Jumlah tersebut terdiri dari 6.947 unit rumah siap huni (ready stock), 10.087 unit dalam proses pembangunan, serta 15.350 unit yang direncanakan untuk dibangun pada tahun 2026.

Penyaluran FLPP di Jatim juga menunjukkan capaian yang signifikan. Pada periode 2023 hingga 2025, tercatat sebanyak 45.543 unit rumah telah tersalurkan dengan nilai pembiayaan mencapai sekitar Rp5,3 triliun. 

Hingga Januari 2026, penyaluran FLPP di Jawa Timur telah mencapai 795 unit. Berdasarkan capaian tersebut, Jatim menjadi salah satu kontributor terbesar dalam penyaluran FLPP secara nasional.

Gubernur Khofifah berharap REI Jatim dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Melalui kebersamaan dan sinergi yang kuat, kita optimistis dapat menghadirkan lebih banyak hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat Jawa Timur,” harapnya.

Dalam tausiyahnya, Menteri Nasaruddin menyampaikan bulan suci Ramadan merupakan momentum yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan.

Menurutnya, Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan.

“Bulan Ramadhan ini penuh dengan keberkahan. Seyogyanya kita isi dengan kebaikan-kebaikan secara sungguh-sungguh, baik melalui peningkatan ibadah maupun kepedulian terhadap sesama. Shodaqoh juga merupakan sarana untuk menghilangkan bala dan bencana,” ungkapya.

Ia juga mengajak seluruh umat untuk terus berikhtiar dengan sepenuh hati serta memanjatkan doa kepada Allah SWT agar kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia senantiasa berada dalam lindungan-Nya.

“Kita harus terus berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT agar kehidupan kita dan bangsa ini selalu dalam lindungan-Nya. Semoga bangsa kita mampu melewati berbagai ujian di tengah kondisi dunia yang penuh tantangan,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Buka puasa bersama Menteri Agama RI Gubernur Jawa Timur rei Jatim Real Estate Indonesia