KETIK, SURABAYA – Kebun Binatang Surabaya (KBS) tetap menjadi primadona warga Kota Pahlawan untuk menghabiskan waktu libur. Seperti awal 2026 ini, kepadatan sudah mulai terlihat dari depan KBS, parkir sepeda motor dan mobil, hingga pintu masuk, Kamis 1 Januari 2026.
Kepala Seksi Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Lintang Ratri Sunarwidhi menjelaskan, hingga pukul 14.00 WIB jumlah pengunjung di awal tahun mencapai 30 ribu orang.
Jumlah ini, katanya diperkirakan masih terus bertambah. Hal ini dikarenakan dari pihak KBS belum bisa menghitung jumlah keseluruhan pengunjung pada hari ini, Kamis, 1 Desember 2026.
"Kami baru mengetahui (jumlah pengunjung) nanti sekitar pukul 20.00 WIB untuk totalnya," katanya ketika ditemui di KBS.
Namun, katanya, untuk jumlah secara keseluruhan sejak mulai masa libur tanggal 24 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, pengunjung KBS sudah mencapai 140 ribu.
"Target kami hingga tanggal 4 Januari 2026 sebanyak 200 ribu pengunjung," tegasnya.
Menurut Lintang, pengunjung saat ini memiliki kecenderungan melihat satwa-satwa di KBS secara merata. Artinya, lanjut Lintang, tidak hanya beberapa hewan saja yang menjadi favorit.
"Tidak seperti zaman dahulu, bahwa kesukaannya Jerapah ya lihat Jerapah. Sekarang enggak. Jadi mereka (pengunjung) sudah merata di seluruh lokasi," jelasnya.
Meratanya favorit satwa yang dilihat pengunjung, kata Lintang disebabkan karena jumlah koleksi satwa di KBS yang sudah merata dan menarik. Hal inilah yang menyebabkan pengunjung penasaran dan ingin menyaksikan sendiri.
Selain ingin melihat koleksi satwa, Lintang juga membeberkan ada tiga wahana lainnya yang juga berhasil mencuri perhatian pengunjung, seperti feeding animal, arena bermain anak, dan wisata perahu.
"Untuk tahun ini kami ada feeding time dengan Kapibara, Buaya, Singa, Gajah. Ini sekaligus menjadi ajang edukasi bagi para pengunjung. Mereka bisa langsung memberikan makan kepada hewan," jelasnya.
Lintang mengingatkan, walaupun pengunjung bisa memberi makan hewan, tetap ada peraturan yang wajib ditaati. Pengunjung tidak diperkenankan untuk memaksa hewan tersebut makan, jika sudah kenyang.
"Karena kami juga harus memperhatikan kesehatan satwa. Jangan sampai satwanya kekenyangan, jangan sampai satwanya enggak mood atau malah sakit karena kekenyangan. Semuanya dibatasi," tegasnya.
Lalu untuk wahana bermain anak, seperti Rabbit Wonderland dan Kidzoo menurut Lintang masih menjadi primadona sebagai alternatif lain dari melihat satwa di KBS.
"Wahana favorit itu di Rabbit Wonderland dan kidzoo itu yang utama. Terus disusul GIZ Park (Glow Interactive Zoo) dan disusul Rainbow Slide," ungkapnya.
Terakhir, wahana yang ramai dikunjungi adalah wisata perahu dan sempat viral di media sosial.
"Kami terima kasih juga ke pengunjung yang memviralkan ada Dinosaurus yang memang tidak salah, ada Dinosaurus karena di depannya (perahu)," pungkasnya. (*)
