KETIK, MALANG – Parsel berisi perangkat pecah belah seperti piring, mangkuk, cangkir, hingga teko kini menjadi primadona baru di Malang. Selain bentuknya yang unik, fungsionalitas barang yang bisa digunakan sehari-hari menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
Peningkatan tren ini terlihat jelas di Toko Parsel Ramah Jaya yang berlokasi di Jalan Borobudur, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Toko ini mengalami lonjakan pesanan signifikan bahkan sejak bulan Januari lalu. Menariknya, pesanan yang masuk tidak hanya untuk momen Imlek, tetapi juga didominasi untuk kebutuhan Lebaran.
"Pesanan parsel untuk Imlek kami terima, tetapi justru yang paling banyak pesanan parsel untuk Idulfitri. Malah, beberapa konsumen sudah memesan di bulan Januari kemarin," ujar Imelda, pemilik Toko Ramah Jaya, Senin, 16 Februari 2026.
Imelda mengaku sengaja fokus memproduksi parsel pecah belah karena nilai estetikanya yang tinggi sekaligus fungsional sebagai hiasan rumah.
"Jadi, barang pecah belahnya ini kami pilihkan motifnya yang estetik lalu disusun sedemikian rupa. Kelebihannya, parsel jenis ini lebih awet dibandingkan parsel isian makanan dan tentunya dapat menjadi kenang-kenangan yang menarik," ungkapnya.
Soal harga, parsel-parsel ini dibanderol dengan angka yang cukup kompetitif, mulai dari Rp60 ribu hingga Rp500 ribu.
"Untuk yang paling murah, isiannya piring tiga sama keranjang. Kalau yang best seller yaitu harga Rp90 ribu, isiannya piring enam dan keranjang. Lalu yang hargaRp 225 ribu sudah dapat piring empat, dua mangkok, dan tiga toples sultan lengkap dengan hiasan lampu," bebernya.
Pelanggan Imelda tidak hanya datang dari area Kota Malang. Banyak pemesan berasal dari wilayah Kabupaten Malang hingga Pasuruan, baik dari kalangan perorangan maupun korporasi.
"Untuk konsumen, berasal dari Kepanjen, Wagir, bahkan ada juga yang Pasuruan. Rata-rata, paling banyak dari korporasi atau perkantoran," tambahnya.
Salah satu konsumen, Ning Isa, bahkan telah mengamankan 35 paket parsel pecah belah untuk komunitasnya. Ia sengaja memesan lebih awal untuk menghindari risiko close order saat mendekati hari raya.
"Selain takut tidak kebagian karena close order, parsel pecah belah ini lebih menarik dan lebih mewah. Ini saya beli parsel 35 buah, pesanan dari ibu-ibu PKK," tandasnya.
