Awal Sya’ban, Pendeta asal Lombok Berikrar Masuk Islam di Masjid Al Akbar Surabaya

23 Januari 2026 17:40 23 Jan 2026 17:40

Thumbnail Awal Sya’ban, Pendeta asal Lombok Berikrar Masuk Islam di Masjid Al Akbar Surabaya

Hartono, mengikrarkan diri masuk Islam di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya yang dibimbing oleh Imam Masjid Al Akbar Surabaya, Ustadz KH Muhammad Husni Mubarak, M.Ag, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Fitrah (Foto: Humas Masjid Al Akbar Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Seorang pendeta asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Hartono (77), mengikrarkan diri masuk Islam di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Jumat, 23 Januari 2026.

Prosesi tersebut bertepatan dengan 4 Sya’ban 1447 Hijriah, menandai awal bulan Sya’ban.

Pendeta kelahiran Jember, Jawa Timur, itu menjadi mualaf melalui ikrar yang dibimbing oleh Imam Masjid Al Akbar Surabaya, Ustadz KH Muhammad Husni Mubarak, M.Ag, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Fitrah Kedinding, Surabaya.

Dalam prosesi tersebut, Hartono mengucapkan dua kalimat syahadat.

Ia berikrar masuk Islam bersama seorang mualaf lainnya bernama S. Indra. Keduanya menyatakan memeluk Islam atas kesadaran dan kemauan sendiri.

Dalam tausiyahnya, Ustadz KH Muhammad Husni Mubarak menjelaskan bahwa dua kalimat syahadat bukan sekadar lafaz, melainkan kesaksian yang harus dipahami dan diyakini.

“Dua kalimat syahadat itu bukan hanya lafaz semata, tetapi mengandung pengetahuan dan keyakinan. Syahadat merupakan dua kesaksian, yakni kesaksian tentang ketuhanan dan kesaksian tentang kenabian. Inilah yang membedakan kesaksian dalam Islam dengan agama lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kesaksian ketuhanan berarti meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan, dzat yang gaib namun Maha Sempurna, pencipta dan pengendali seluruh alam semesta, serta tidak menyerupai makhluk apa pun.

Sementara kesaksian kenabian adalah keyakinan bahwa Allah mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan ajaran-Nya, dimulai dari Nabi Adam AS hingga ditutup oleh Nabi Muhammad SAW.

Di akhir prosesi, Ustadz Husni Mubarak mendoakan para mualaf agar senantiasa istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam.

“Sukses dalam Islam itu ukurannya adalah tetap dalam iman Islam hingga wafat,” tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

agama Pendeta Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Lombok surabaya