DWP Bojonegoro Didorong Perkuat Sinergi, Dukung Program Zero Stunting dan Zero TBC 2026

4 April 2026 10:45 4 Apr 2026 10:45

Thumbnail DWP Bojonegoro Didorong Perkuat Sinergi, Dukung Program Zero Stunting dan Zero TBC 2026

Sekda Bojonegoro Edy Susanto, saat memberi sambutan di hadapan audensi. (Foto: Dok Humas Pemkab Bojonegoro)

KETIK, BOJONEGORO – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro terus didorong untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, penguatan kolaborasi lintas elemen menjadi fokus utama pembangunan daerah.

Pembina DWP Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, menegaskan pentingnya sinergi dari seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi perempuan seperti DWP. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan rutin yang digelar di ruang rapat DWP Bojonegoro, Jumat, 3 April 2026. 

“Pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati sangat mengharapkan adanya sinergi dari semua pihak di seluruh komponen Kabupaten Bojonegoro, termasuk Dharma Wanita Persatuan. Peran ibu-ibu sangat penting dalam mewujudkan visi Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” ujarnya.

Selain menekankan kolaborasi, Edi juga mengingatkan pentingnya penerapan kebijakan efisiensi energi di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu langkah konkret yang mulai diberlakukan adalah penggunaan transportasi non-bahan bakar minyak (BBM) setiap hari Senin, khususnya bagi ASN dengan jarak tempuh tertentu.

“Kebijakan ini tidak hanya untuk efisiensi bahan bakar, tetapi juga mendorong pola hidup sehat. Dengan bersepeda, secara tidak langsung kita sudah berolahraga sebelum memulai aktivitas kerja,” tambahnya.

Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, ASN juga diminta untuk lebih bijak dalam mengelola pengeluaran. Penyesuaian pola belanja, termasuk pada sejumlah pos anggaran di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), dinilai perlu dilakukan meskipun sebelumnya telah direncanakan.

Pada kesempatan yang sama, Edi memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab Bojonegoro tahun 2026, di antaranya target Zero Stunting dan Zero Tuberkulosis (TBC). Ia menilai, peran perempuan—khususnya ibu rumah tangga—sangat strategis dalam mendukung keberhasilan kedua program tersebut.

“Peran ibu-ibu sangat besar dalam meminimalisir stunting dan membantu pelacakan kasus TBC di lingkungan sekitar. Dengan keterlibatan aktif, diharapkan Bojonegoro dapat mencapai target Zero Stunting dan Zero TBC,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emi Edi Susanto, menyatakan komitmen organisasinya untuk terus mendukung program pemerintah melalui aksi nyata di lapangan. Salah satu upaya yang dijalankan adalah program DWP Cerdas yang berfokus pada edukasi dan pencegahan stunting sejak usia remaja.

“Melalui program DWP Cerdas, kami menitikberatkan pada edukasi remaja usia 12 hingga 15 tahun sebagai langkah preventif dalam mencegah stunting. Edukasi tidak hanya terkait gizi, tetapi juga bagaimana membentuk pola hidup sehat dan gizi seimbang,” ungkapnya.

Tak hanya itu, DWP juga akan mengintensifkan program turba (turun ke bawah) untuk memantau langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan program berjalan tepat sasaran.

Melalui pertemuan rutin ini, DWP Kabupaten Bojonegoro diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan serta kesejahteraan keluarga di Bojonegoro.

 

Tombol Google News

Tags:

DWP Bojonegoro Zero Stunting Bojonegoro Zero TBC 2026 program Pemkab Bojonegoro peran ibu dalam kesehatan keluarga