7 Produk UKM Hasil Karya Perempuan Kabupaten Bandung Tampil di Ajang Inacraft 2026

6 Februari 2026 23:49 6 Feb 2026 23:49

Thumbnail 7 Produk UKM Hasil Karya Perempuan Kabupaten Bandung Tampil di Ajang Inacraft 2026

Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati saat meninjau INACRAFT 2026, di JICC Senayan, Jumat (6/2/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Sedikitnya tujuh usaha kecil menengah (UKM) asal Kabupaten Bandung ikut serta di ajang tahunan pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara INACRAFT 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jumat 6 Februari 2026.

Ketujuh UKM tersebut antara lain Zelia (fashion muslim)-Lia; Decopage (produk kriya)-Dewi; Batiqyunik (produk bordir manual)-Safa; Florita (produk rajut)-Ririn; T'Qis (produk rajut handmade)-Netty; Padaringan (produk tenun)-Rini, dan ketujuh, Blazer Ibun (produk blazer berbahan tenun)-Yanti.

Ketujuh peserta tersebut adalah perempuan, sesuai tema Inacraft kali ini “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, yang lebih menonjolkan karya perempuan.

Ketujuh peserta mendapatkan perhatian khusus dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati yang turut hadir menyaksikan langsung dan memberikan support. 

Emma Dety didampingi para kader Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung dan PKK kecamatan, turut mendukung peserta Inacraft Kabupaten Bandung dengan berkunjung both-nya masing-masing dan berbelanja produk-produk Kabupaten Bandung.

Produk-produk lokal dari Kabupaten Bandung yang dipamerkan tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki desain yang kreatif dan menarik.

"Perajin atau UKM peserta INACRAFT asal Kabupaten Bandung di Inacraft ini merupakan UKM terpilih yang telah lolos seleksi dan dikurasi sebelumnya, sehingga mereka diharapkan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional," kata Emma Dety.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindutrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah menambahkan, melalui INACRAFT ini produk unggulan Kabupaten Bandung diharapkan dapat dipromosikan di pasar global. Apalagi menurutnya produk UKM  Kabupaten Bandung tidak diragukan lagi kualitasnya.

Kenalkan Batik Kina

Pada kesempatan tersebut Emma Dety juga memperkenalkan Batik Kina sebagai produk khas motif batik asal Kabupaten Bandung.

"Alhamdulillah sejak tahun 2021, Batik Kina ini sudah menjadi motif batik resmi Kabupaten Bandung,” ucap Emma.

Emma menuturkan, Motif Batik Kina desainnya berupa daun kina yang merupakan pepohonan yang banyak tumbuh di Kabupaten Bandung sejak zaman pendudukan Belanda yang dipakai sebagai bahan obat malaria. 

"Dulu pada jaman pendudukan Belanda, Pohon Kina ini memiliki perkebunan khusus di Gambung Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung," ucapnya. 

Bahkan hingga kini pohon kini menjadi salah satu simbol dalam logo Pemerintah Kabupaten Bandung, selain Gunung Tangkuban Parahu dan Sungai Citarum. 

Sebelumnya pun, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming meninjau proses pembuatan batik motif Kina dan produk UMKM di Griya Dekranasda Kabupaten Bandung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Soreang, Rabu (22/10/2025).

Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Batik Nasional 2025, di mana istri dari Wapres Gibran ini bersama para anggota Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP), berkomitmen turut melestarikan warisan budaya batik Indonesia, termasuk Batik Kina khas Kabupaten Bandung yang memiliki kekayaan filosofi dan nilai tradisi.

Kedatangan Selvi disambut Bupati Bandung Dadang Supriatna beserta Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung Emma Dety, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, dan Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Bandung Dicky Anugrah.(*)


 

Tombol Google News

Tags:

Inacraft emma dety dekranasda dekranasda kab bandung pkk kab bandung kerajinan UKM Batik batik kina