KETIK, JAKARTA – Sebanyak 35 kilogram narkotika berbagai jenis dimusnahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) usai berhasil membongkar jaringan sindikat yang beroperasi melalui jalur bandara hingga laboratorium gelap di Bali.
Pemusnahan dilakukan di lapangan parkir kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa, 17 Maret 2026.
Plt Deputi Pemberantasan BNN, Roy Hardi Siahaan, mengungkapkan total barang bukti yang dimusnahkan mencapai 34.211,96 gram atau sekitar 35 kilogram.
Barang haram tersebut terdiri dari 27.729,86 gram sabu; 1.829 gram ekstasi atau 3.916 butir; mephedrone padatan 643,6 gram; mephedrone cairan 7.247 mililiter; prekursor cairan 24.722 mililiter; bahan kimia padatan 4.009,5 gram; serta bahan kimia cairan 198.129 mililiter.
"Dari sejumlah narkotika yang dimusnahkan tersebut, BNN berhasil menyelamatkan potensi penyalahgunaan sebanyak 147.340 orang," ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa narkotika tersebut merupakan hasil pengungkapan sejumlah kasus yang melibatkan sindikat narkotika, dengan mayoritas peredaran melalui jalur udara.
Operasi dilakukan BNN bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta petugas di Bandara Soekarno-Hatta.
Suasana gelaran pemusnahan yang dilakukan di lapangan parkir kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, dengan total barang bukti mencapai 34.211,96 gram, Selasa, 17 Maret2026. (Foto: Humas BNN for Ketik.com)
Dari pengungkapan di jalur bandara, petugas mengamankan 11 orang yang berperan sebagai kurir.
Mereka membawa sabu dari Pulau Sumatera menuju wilayah timur Indonesia, seperti Lombok dan Sulawesi.
Tidak hanya itu, BNN juga membongkar praktik clandestine laboratory di Bali yang dikelola dua warga negara asing asal Rusia.
Dari lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai bahan kimia dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi narkotika sintetis jenis mephedrone.
Pengungkapan ini menunjukkan pola baru jaringan narkotika yang tidak hanya mengandalkan distribusi lintas wilayah, tetapi juga mulai memproduksi narkoba di dalam negeri untuk menghindari pengawasan.
“Ini merupakan komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika di Tanah Air, mengingat semakin kompleksnya modus operandi jaringan internasional,” kata Roy.
BNN memastikan akan terus memperkuat langkah pencegahan dan pemberantasan, termasuk memperketat pengawasan di pintu masuk negara serta mengungkap jaringan produksi ilegal.
Masyarakat juga diminta untuk berperan aktif dalam memerangi narkotika, mulai dari lingkungan keluarga hingga melaporkan aktivitas mencurigakan melalui kanal resmi seperti Call Center 184.(*)
