Kepala BNN Pimpin Delegasi RI di Forum CND Wina, Dorong Pendekatan Berimbang Penanganan Narkotika

15 Maret 2026 13:55 15 Mar 2026 13:55

Thumbnail Kepala BNN Pimpin Delegasi RI di Forum CND Wina, Dorong Pendekatan Berimbang Penanganan Narkotika

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, saat memberikan sambutannya sebagai delegasi Indonesia dalam Sesi ke-69 Commission on Narcotic Drugs (CND) di Wina, Austria, membahas penguatan kerja sama internasional dalam penanganan narkotika, Kamis, 13 Maret 2026. (Foto: Humas BNN RI)

KETIK, JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, memimpin delegasi Republik Indonesia dalam Sesi ke-69 Commission on Narcotic Drugs (CND) di Wina, Austria.

Keikutsertaan Indonesia dalam forum yang diselenggarakan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kerja sama global menghadapi permasalahan narkotika.

Dalam forum yang berlangsung, Suyudi menyampaikan National Statement yang menyoroti pentingnya pendekatan berimbang dalam penanganan narkotika. 

Pendekatan tersebut mencakup upaya pengurangan pasokan dan permintaan secara simultan, penguatan kerja sama internasional, pengedepanan nilai kemanusiaan, serta pengembangan layanan rehabilitasi berbasis bukti.

“Kami mendorong pendekatan yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada penegakan hukum tetapi juga penguatan rehabilitasi dan kerja sama internasional,” ujar Suyudi dalam forum tersebut, Kamis, 13 Maret 2026.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN juga membuka side event seminar bertema “Vape and Narcotics: A Bad Combination - Addressing Narcotics-Contaminated Vaping Products through Preventive, Regulatory and Cooperative Frameworks.”

Kegiatan ini diselenggarakan BNN dengan dukungan pemerintah Singapura, Thailand, UNODC Regional Office for Southeast Asia and the Pacific di Bangkok, serta Belgia.

Forum tersebut membahas meningkatnya tren penyalahgunaan perangkat rokok elektronik atau vape sebagai media konsumsi narkotika dan zat psikoaktif lainnya. 

Fenomena ini dinilai menjadi tantangan baru karena cairan vape yang terkontaminasi narkotika berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius sekaligus menyulitkan proses deteksi serta pengawasan.

Foto Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, saat memimpin delegasi Indonesia dalam Sesi ke-69 Commission on Narcotic Drugs (CND) di Wina, Austria, membahas penguatan kerja sama internasional dalam penanganan narkotika, Kamis, 13 Maret 2026. (Foto: Humas BNN RI)Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, saat memimpin delegasi Indonesia dalam Sesi ke-69 CND di Wina, Austria, Kamis, 13 Maret 2026. (Foto: Humas BNN RI)

Melalui forum itu, para peserta juga mendorong penguatan regulasi, sistem peringatan dini, serta kerja sama internasional untuk menghadapi tren penyalahgunaan vape yang terkontaminasi narkotika.

Selain itu, Suyudi juga membuka pameran yang diselenggarakan Pemerintah Republik Indonesia bertema “Enhancing International Cooperation for Future Development Starting from Children: ‘Ananda Bersinar’ to Address Drug Challenges.”

Pameran tersebut menampilkan berbagai hasil karya masyarakat binaan BNN yang diarahkan menjadi mandiri dan produktif.

Program tersebut juga bertujuan melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari ancaman narkotika melalui inisiatif Ananda Bersinar.

Dalam agenda lain, Kepala BNN turut menghadiri proses voting terkait perubahan penggolongan sejumlah zat berbahaya, di antaranya coca leaf, MDMB-FUBINACA, N-pyrrolidino isotonitazene, serta N-desethyl etonitazene sebagai bagian dari mekanisme internasional pengawasan zat.

Partisipasi aktif Indonesia dalam Sesi ke-69 CND ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kerja sama internasional serta mendorong pendekatan komprehensif dalam menghadapi tantangan narkotika yang semakin kompleks.(*)

Tombol Google News

Tags:

bnn Suyudi Ario Seto CND Wina Narkotika UNODC vape narkotika Kerja sama Internasional rehabilitasi narkoba