KETIK, BANDUNG BARAT – Dua anggota Polsek Cisarua meninggal dunia di tengah duka tragedi longsor dari lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menewasakan 8 warga dan 83 masih dicari.
Kedua korban anggota Polsek Cisarua ini meninggal saat melaksanakan pengamanan di lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu 24 Januari 2026.
Kedua korban adalah Aiptu Hendra Kurniawan, Bhabinkamtibmas Desa Pasirhalang, dan Aipda M. Jerry, Bhabinkamtibmas Desa Padaasih, Polsek Cisarua, Polres Cimahi.
Keduanya meninggal dunia, saat mengawal kendaraan Yon Armed menuju lokasi longsor. Sebuah kendaraan dari arah belakang diduga tidak sempat mengerem dan menabrak sepeda motor korban, hingga menyebabkan keduanya tergencet dan meninggal dunia di tempat.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan ketika dikonfirmasi membenarkan kedua anggota Bhabinkamtibmas tersebut meninggal saat menjalankan tugas.
"Benar, kedua korban meninggal saat mejalankan tugas pengamanan di lokasi longsor Cisarua," ujar Hendra tanpa menyebutkan kronologi meninggalnya kedua korban.
6 Jasad Korban Longsor Teridentifikasi
Sementara itu, Polda Jabar melalui tim kesehatan bergerak cepat dalam penanganan korban bencana, dengan mendirikan Pos Disaster Victim Identification (DVI) di Desa Pasirlangu.
Pos tersebut terdiri dari Pos Ante Mortem dan Pos Post Mortem guna mempercepat proses identifikasi korban secara profesional dan terkoordinasi.
Selain Pos DVI, Polda Jabar juga mendirikan Pos Pelayanan Kesehatan untuk membantu para pengungsi yang terdampak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan medis darurat serta pemulihan kesehatan pascakejadian.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, hingga saat ini dari total 10 kantong jenazah yang diterima, sebanyak 6 kantong telah berhasil diidentifikasi.
"Keenam kantong jenazah yang teridentifikasi terdiri dari lima jenazah utuh dan satu bagian tubuh. Sementara empat kantong lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI,” jelas Kombes Pol Hendra, Sabtu (24/1/26).
Adapun identitas korban yang telah berhasil diidentifikasi antara lain:
1. Suryana, laki-laki, 57 tahun, masyarakat;
2. Jajang Tarta, laki-laki, 35 tahun, masyarakat;
3. Dadang Apung, laki-laki, 60 tahun, masyarakat;
4. Nining, perempuan, 40 tahun, masyarakat;
5. Nurhayati, perempuan, 42 tahun, masyarakat;
6. M. Kori, laki-laki, 30 tahun, berupa potongan tubuh (bagian tangan).
“Sementara itu, masih dalam proses identifikasi sebanyak 3 jenazah utuh dan 1 bagian tubuh,” ungkap Hendra.
Menurutnya, seluruh proses identifikasi dilakukan dengan mengedepankan standar prosedur operasional yang ketat, melibatkan tenaga medis, forensik dan dukungan teknologi untuk memastikan keakuratan data korban.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, baik kepada korban maupun keluarga, agar proses identifikasi berjalan cepat, akurat, dan manusiawi,” ujar Hendra.
Ia juga menegaskan kehadiran pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian merupakan wujud kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.
“Kami ingin memastikan para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan yang layak, sekaligus mendukung pemulihan kondisi pascabencana,” pungkas Hendra.(*)
