KETIK, MALANG – Polresta Malang Kota telah mengakumulasi jumlah pos polisi yang rusak pascaaksi pada Jumat 29 Agustus 2025 kemarin. Terdapat 16 pos rusak dengan 3 di antaranya hangus terbakar.
Gelombang amarah massa dipicu upaya tarik mundur oleh pihak kepolisian. Bahkan gas air mata pun beberapa kali menghantam massa aksi.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono menjelaskan tak ada kerusakan parah di Mako Polresta Malang Kota.
"Mako Polresta tidak ada yang rusak. Kendaraan dinas gak ada yang rusak juga. Dari 16 pos polisi, ada 13 yang dirusak pecah kaca dan 3 dibakar," ujarnya, Sabtu 30 Agustus 2025.
Penembakan gas air mata memicu pertentangan di kalangan masyarakat Kota Malang.
"Kalau tidak kami lakukan itu kantor kami dibakar. Dari 19.00-22.00 WIB, 3 jam," lanjutnya.
Kendati Mapolresta Malang Kota menjadi sasaran perusakan, namun ia memastikan aktivitas operasional tetap berjalan.
"Kita ingin Malang kondusif, insyallah kita tidak akan melakukan tindakan berlebihan," katanya.
Dari pemberitaan sebelumnya, terdapat 17 orang yang telah dirawat di RSSA Malang pasca aksi yang berujung kisruh. Anggota kepolisian juga tak luput dari sasaran.
Terdapat 4 orang luka, dengan 1 di antaranya mengalami kebocoran di kepala, 3 orang patah lengan kanan maupun dislokasi pada sisi kiri akibat lemparan benda.
"Untuk operasi aja butuh Rp12,5 juta gak bisa pakai BPJS dan kami tidak pernah mengeluh soal itu," katanya. (*)