Yudisium FBS Unikama, Siap Membangun Identitas Profesional di Era Kolaborasi Human-AI

24 Februari 2026 17:40 24 Feb 2026 17:40

Thumbnail Yudisium FBS Unikama, Siap Membangun Identitas Profesional di Era Kolaborasi Human-AI

Fakultas Bahasa dan Sastra Unikama meluluskan 34 mahasiswa untuk bisa menghadapi masa depan yang lebih inovatif di era perkembangan teknologi. (Foto: Humas Unikama)

KETIK, MALANG – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar sidang Yudisium yang menjadi tanda berakhirnya masa studi bagi 34 mahasiswa.

Momen ini sekaligus menjadi refleksi mendalam terkait masa depan lulusan humaniora di tengah kemajuan teknologi. Dipimpin Dekan FBS Unikama, Rusfandi, S.Pd., MA., Ph.D., sebanyak 34 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Sastra Inggris, dan Pendidikan Bahasa Indonesia dinyatakan lulus dalam sidang yudisium tersebut.

Para mahasiswa ini menjadi calon penerus bangsa yang berhasil menyelesaikan masa studi dan tugas akhir mereka. Kini, para lulusan resmi menyandang gelar sarjana dan menanti waktu wisuda dalam waktu dekat.

Foto Dr. Uun Muhaji memberikan pesan-pesan bermakna dalam orasinya pada acara yudisium Fakultas Bahasa dan Sastra Unikama. (Foto: Humas Unikama)Dr. Uun Muhaji memberikan pesan-pesan bermakna dalam orasinya pada acara yudisium Fakultas Bahasa dan Sastra Unikama. (Foto: Humas Unikama)

Komisi Penjaminan Mutu (KPM) mengumumkan lulusan terbaik yang berhasil mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi membanggakan, yakni:

• Annesia Permatasari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3.90.

• Melinda Dwi Wahyuningsih, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan IPK 3.81.

• Diah Amanda Resfika, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris dengan IPK 3.80.

Dalam hal ini, FBS Unikama memberikan apresiasi tertinggi untuk ketiganya atas konsisten dan dedikasi akademik yang mereka tunjukkan selama masa perkuliahan.

Foto Tiga mahasiswa terbaik dengan IPK tertinggi pada yudisium Fakultas Bahasa dan Sastra Unikama. (Foto: Humas Unikama)Tiga mahasiswa terbaik dengan IPK tertinggi pada yudisium Fakultas Bahasa dan Sastra Unikama. (Foto: Humas Unikama)

Dr. Uun Muhaji, M.Pd menyampaikan perspektif segar dan tantangan bagi lulusan yang segera memasuki dunia profesional pada orasi ilmiah dengan tema "Tantangan dan Peluang dalam Membangun Identitas Profesional pada era Human-AI Collaboration" saat rangkaian yudisium.

Dalam orasi tersebut, Dr. Uun Muhaji menegaskan sebuah premis penting "Bukan AI yang akan menggantikan kita manusia, melainkan bagaimana manusia membangun identitas profesionalnya ketika bekerja bersama AI".

Pernyataan tersebut menjadi poin penting diskusi tentang peran strategis lulusan bahasa dan sastra di tengah revolusi teknologi. Lebih jauh lagi beliau menjelaskan secara detail terkait bagaimana bahasa, identitas, dan relevansi manusia yang akan terus diuji dan selalu dibutuhkan dalam era kolaborasi dengan kreativitas.

Dr. Uun juga menyampaikan bahwa manusia menjadi peran penting dalam menyampaikan sebuah makna dari bahasa.

"Ketika mesin bisa menulis puisi, menerjemahkan bahasa, bahkan menganalisis sentimen, lalu di mana posisi manusia? Justru di situlah letak tantangannya," ujar Dr. Uun di hadapan para lulusan yang duduk dengan khidmat. 

"Manusialah yang memberi makna, yang merasakan empati dan yang mampu membaca konteks sosial-budaya di balik setiap kata. AI bisa memproses, tapi manusialah yang memahami," imbuhnya.

Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan pesan dalam orasinya bahwa acara ini membentuk lulusan yang tak hanya cakap secara teknis dan melek teknologi, tapi juga harus matang secara reflektif. 

Selain itu, di era modern yang mana batasan manusia dan mesin semakin kabur, nilai-nilai kemanusiaan justru yang harus dijaga dan diperkuat.

"Bahasa akan tetap menjadi jantung peradaban. Sastra akan tetap menjadi cermin kemanusiaan dan manusia dengan kesadaran, empati, dan tanggung jawab akan tetap menjadi pusat makna," tegas Dr. Uun, disambut tepuk tangan dari para hadirin.

Pesan tersebut menjadi jawaban bagi lulusan humaniora di tengah hiruk-pikuk teknologi. Selain itu, kemampuan berbahasa yang humanis dengan pemahaman sastra mendalam dan kesadaran reflektif identitas profesional di masa depan akan menjadi pembeda utama.

Dalam sidang yudisium ini, suasana haru semakin terasa ketika perwakilan mahasiswa naik ke panggung untuk menyampaikan pesan dan kesan. Tak hanya itu, mereka juga bercerita tentang suka duka menjalani perkuliahan, mulai dari bimbingan dosen, hingga harapan besar yang kini dipikul untuk mengabdi di masyarakat.

Dalam hal ini, Rusfandi, Dekan FBS Unikama memberikan sambutan penutupan dengan harapan besar kepada para lulusan agar bisa menjadi profesional yang berkarakter, berempati, dan mampu menjadi pusat makna di era teknologi.

"Kami tidak sekadar melepas sarjana. Kami melepas duta-duta bahasa dan sastra yang akan membawa nama baik almamater di mana pun mereka berada. Jadilah profesional yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter, berempati, dan mampu menjadi pusat makna di tengah derasnya arus teknologi," tegasnya.

Acara yudisium ini berlangsung khidmat dan menjadi penegas bahwa Fakultas Bahasa dan Sastra Unikama tak hanya mencetak lulusan dengan nilai akademik tinggi, tapi juga membentuk pribadi-pribadi yang siap dalam menghadapi tantangan zaman.

Dengan bekal ilmu bahasa dan sastra, serta kesadaran reflektif tentang identitas profesional di era Human-AI Collaboration, 34 lulusan baru ini resmi melangkah menuju gerbang masa depan yang cemerlang dengan menorehkan karya yang bermakna bagi peradaban.(*)

Tombol Google News

Tags:

Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Yudisium Kampus Malang Kota Malang