Waspada Cuaca Ekstrem Jatim! Wagub Emil Cek Kesiapan Teknologi BBWS Brantas Hadapi Banjir

7 Januari 2026 13:34 7 Jan 2026 13:34

Thumbnail Waspada Cuaca Ekstrem Jatim! Wagub Emil Cek Kesiapan Teknologi BBWS Brantas Hadapi Banjir

Wagub Emil melihat kesiapan BBWS Brantas, terkait curah hujan tinggi yang diperkirakan akan melanda beberapa titik di Jatim (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas di Surabaya, Selasa, 6 Januari 2026. BBWS Brantas diketahui bertanggung jawab atas pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang membentang di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Dalam peninjauan tersebut, Emil didampingi Kepala BBWS Brantas Muhammad Noor dan Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan Provinsi Jawa Timur dalam menghadapi curah hujan sangat tinggi yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Jatim.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa kondisi cuaca untuk bulan Januari memang rawan. Ibu Gubernur dan BMKG berkali-kali menyampaikan bahwa ada kerawanan cuaca dengan curah hujan yang sangat-sangat tinggi," kata Wagub Emil.

"Untuk itu, kami mengapresiasi bahwa Command Center di BBWS ini merupakan dashboard yang sangat berteknologi tinggi. Untuk kemudian bisa memastikan fungsionalitas dari berbagai infrastruktur sumber daya air. Mulai dari bendungan, penempatan tanggul-tanggul atau dinding sungai, hingga ke pos pantau-pos pantau," lanjutnya.

Dengan dukungan teknologi yang dimiliki BBWS, Wagub Emil menjelaskan pemerintah dapat menentukan langkah-langkah preventif maupun penanganan yang lebih efektif.

Melalui fasilitas seperti SITABA (Sistem Informasi Tanggap Bencana), platform digital milik Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR), pemerintah juga dapat memperoleh data yang lebih detail terkait bencana yang pernah terjadi sebelumnya.

"Maka dengan data dari bencana sebelumnya, ini menjadi basis bagi kita melakukan sebuah proyeksi yang lebih tepat lagi mengenai risiko-risiko dan langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Sehingga, sistem di sini dan Command Center yang ada di BPBD bisa saling melengkapi dan bisa saling memberikan support," pungkasnya. 

Langkah lain yang sedang dilakukan adalah National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang didanai oleh Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB). Saat ini, NUFReP menangani wilayah Surabaya dan Malang meskipun Wagub Emil berharap ke depan akan berkembang untuk mencangkup daerah Surabaya Raya.

"Lalu ada juga Volcanic Risk Reduction Program yang didanai oleh JICA dari Jepang untuk penanganan sedimen yang ada di Lumajang. Dan juga ada Inpres Nomor 2 Tahun 2025 untuk mempercepat pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah atau JIAT. Artinya, kita akan punya sumur dengan kapasitas yang lumayan, di atas 10 hingga 20 liter per detik tersebar di 70 titik yang ada di Jawa Timur," tuturnya.

Untuk saat ini, BBWS Brantas masih fokus pada normalisasi dan penguatan di Kali Kedurus Surabaya. Tak hanya itu, mereka juga aktif berkoordinasi dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi terkait penanganan banjir di Ketintang.

"Jadi yang di sana nanti akan dibuat semacam pompa pengendali banjir yang akan dipasang di sisi sungai. Namun ada bangunan-bangunan yang harus ditertibkan karena memang menduduki yang bukan merupakan lahannya," ungkapnya.

"Tapi bentuk pendekatan kita tetap pendekatan yang humanis, tentu ada solusi bagi mereka yang terdampak langsung dari kebutuhan relokasi tersebut. Tapi harus dilakukan karena ini untuk kepentingan yang lebih besar. Demi kepentingan warga yang jumlahnya mungkin beribu-ribu di wilayah tersebut," jelasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wagub Jatim Command Center BBWS Brantas Curah Hujan Ekstrem