Warga Desa Talaga Sumenep Bangun Jembatan Penghubung Antar Desa, Tetap Bekerja Meski Berpuasa

22 Februari 2026 06:00 22 Feb 2026 06:00

Thumbnail Warga Desa Talaga Sumenep Bangun Jembatan Penghubung Antar Desa, Tetap Bekerja Meski Berpuasa

Agus (tengah) tampak sangat bersemangat untuk kerja bakti malam bersama yang lain (Foto: Ach. Suni / Ketik.com)

KETIK, SUMENEP – Warga Desa Talaga, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, terus mempercepat pembangunan jembatan penghubung antar desa yang selama ini mereka dambakan. Semangat gotong royong masyarakat semakin menguat sejak dimulainya pembangunan pondasi awal di sisi selatan sungai.

Masyarakat telah mengerjakan proyek swadaya tersebut dalam waktu yang cukup lama. Mereka bergotong royong menyiapkan struktur dasar jembatan sebagai tahap awal sebelum melanjutkan konstruksi ke tahap berikutnya.

Bulan suci Ramadan tidak menyurutkan tekad warga untuk menyelesaikan pembangunan tersebut. Meski menjalankan ibadah puasa, mereka tetap bekerja pada siang hari. Bahkan, sebagian warga kembali melanjutkan pekerjaan pada malam hari setelah menunaikan salat tarawih.

H. Muhammad Hosi selaku penanggung jawab pembangunan tersebut menegaskan bahwa jembatan itu merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat sekitar. Ia memastikan warga akan terus berupaya merealisasikan pembangunan meskipun harus bekerja tanpa mengenal waktu.

"Rencana pembangunan jembatan di atas sungai harus kita wujudkan. Ini adalah sarana yang sangat penting bagi aktivitas masyarakat luas, terutama Desa Talaga dan Desa Ganding. Jika jembatan ini terwujud, masyarakat tentu akan sangat bahagia dan bangga. Makanya kita kerja tanpa kenal waktu, yang penting tetap semangat," tegas H. Hosi saat dihubungi media nasional Ketik.com.

Keinginan warga membangun jembatan permanen yang lebih layak bukan tanpa alasan. Selama ini, masyarakat hanya mengandalkan jembatan bambu yang kondisinya memprihatinkan. Struktur penyangganya yang terbuat dari ranting pohon rentan patah sewaktu-waktu sehingga membahayakan keselamatan pengguna.

Jembatan bambu tersebut hanya dapat dilintasi pejalan kaki. Warga harus berjalan perlahan sambil berpegangan agar tidak terjatuh ke sungai. Kondisi itu membatasi mobilitas serta menghambat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kedua desa.

Karena itu, pembangunan jembatan permanen menjadi harapan besar warga Desa Talaga dan Desa Ganding. Mereka berharap akses transportasi yang lebih aman dan layak segera terwujud guna mendukung aktivitas masyarakat secara optimal.

Tombol Google News

Tags:

Masyarakat Desa Talaga dan Desa Ganding Kecamatan Ganding ingin punya jembatan representatif jembatan bambu yang ada sangat memprihatinkan sekali Desa Talaga Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep