KETIK, SUMENEP – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar Konferensi pada Kamis, 5 Februari 2026.
Agenda lima tahunan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Queen Ainul Yaqin, Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura.
Salah satu panitia, Abdullah Mamber, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan konferensi yang berjalan sesuai rencana.
Ia menyebut forum tersebut mampu menghasilkan sejumlah keputusan penting yang diharapkan membawa manfaat bagi warga nahdliyin.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Pelaksanaan konferensi sukses sesuai harapan kita bersama,” ujar Abdullah Mamber kepada Ketik.com.
Salah satu keputusan utama dalam Konferensi MWC NU Gapura ini adalah terpilihnya kepengurusan baru untuk masa khidmat lima tahun ke depan.
KH. Hadiri Bishri terpilih sebagai Rois Syuriah, sementara Drs. KH. Moh. Alwi dipercaya sebagai Ketua Tanfidziah.
KH. Hadiri Bishri merupakan pendatang baru di posisi Rois Syuriah setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rois, sedangkan KH. Moh. Alwi kembali mendapat amanah sebagai Ketua Tanfidziah.
Konferensi kali ini mengusung tema Harokah Kemandirian dan Kemanfaatan, yang dinilai relevan dengan arah gerak Nahdlatul Ulama ke depan, khususnya dalam memperkuat peran keumatan dan kemandirian organisasi di tingkat kecamatan.
Ketua Panitia Konferensi ke VIII MWC NU Gapura, Kiai Imam Asy'ary, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Matorsakalangkong semuanya atas bantuannya pada pelaksanaan konferensi ini. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kita semua,” ucap Kiai Imam Asy'ary di hadapan para nahdliyin yang hadir.
Konferensi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran MWC NU Gapura dalam menjalankan program-program organisasi yang lebih mandiri dan memberikan kemanfaatan nyata bagi masyarakat.(*)
