KETIK, SAMPANG – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi bangunan yang diduga Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Batuporo Timur, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, viral di media sosial.
Video tersebut memicu tanda tanya publik lantaran tidak tampak satu pun siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Video berdurasi 1 menit 39 detik yang diterima media ini memperlihatkan sebuah gedung sekolah lengkap dengan kursi dan meja siswa. Namun, suasana kelas tampak kosong. Dalam rekaman tersebut hanya terlihat seorang guru berada di lingkungan sekolah, tanpa kehadiran peserta didik.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Moh. Yusuf, mengungkapkan, berdasarkan data dan fakta sementara, siswa diketahui masuk sekolah pada hari Jumat.
"Secara data dan fakta, siswa itu ada pada hari Jumat. Sementara hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu, informasinya mereka bersekolah di madrasah sekitar, berdasarkan keterangan dari guru-guru," katanya saat dikonfirmasi, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menambahkan, pihaknya akan meminta data yang lebih akurat dalam pekan ini untuk memastikan keberadaan siswa tersebut.
"Makanya saya masih telusuri minggu ini. Saya minta data yang benar-benar fix, anak itu pagi sekolah di mana. Untuk hari Jumat foto-fotonya dikirim ke saya, ada kegiatan. Karena hari Jumat madrasah libur," ujarnya.
Terkait jumlah siswa, Moh. Yusuf menyebutkan bahwa berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), SDN 1 Batuporo Timur tercatat memiliki 33 siswa. Namun, saat ia melakukan kunjungan ke sekolah tersebut, tidak ada satu pun siswa yang hadir.
"Jumlah siswa di dapodik 33. Kalau fakta di lapangan saya tidak sempat menghitung, karena memang tidak ada siswanya waktu saya ke sana," ungkapnya.
Ia juga menyinggung soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan sekolah tersebut. Menurutnya, pada hari kunjungan tidak terdapat pengiriman MBG.
"Untuk MBG tadi tidak ada pengiriman, mungkin karena sempat di-stop,” katanya.
Lebih lanjut dia menegaskan, hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak MBG yang bertugas di lokasi tersebut. Ia pun meragukan informasi yang menyebut adanya pengiriman 65 porsi MBG ke sekolah tersebut.
"Sampai sekarang belum ada klarifikasi dari MBG yang ada di sana. Saya juga tidak yakin ada pengiriman 65 porsi, karena semuanya berdasarkan data dapodik," pungkasnya. (*)
