KETIK, BONDOWOSO – Jagat media sosial dihebohkan dengan video yang menyebut Jembatan Koncer–Tamansari di Kabupaten Bondowoso ambruk. Kabar tersebut dipastikan tidak benar.
Dalam video berdurasi 21 detik itu tampak antrean kendaraan mengular. Perekam menyampaikan narasi bahwa Jembatan Koncer roboh, sehingga membuat sejumlah warga khawatir.
Padahal, kemacetan terjadi bukan karena jembatan ambruk, melainkan akibat peningkatan arus kendaraan yang mulai melonjak akibat di tutupnya jembatan nangkaan Sentong.
Sejak Jembatan Sentong ambruk pada Selasa, 23 Februari 2026, jalur Koncer–Tamanan menjadi salah satu akses alternatif utama penghubung Bondowoso–Jember.
Dampaknya, mengakibatkan volume kendaraan di jalur tersebut melonjak signifikan dan kerap terjadi kepadatan menuju ke arah Bondowoso dan juga arah yang mau ke jember.
Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Bondowoso, Ansori, menegaskan informasi yang beredar adalah hoaks.
Ia menjelaskan bahwa pada Sabtu, 28 Februari 2026, Jembatan Koncer memang sempat ditutup sementara, namun hanya untuk pekerjaan tambal sulam jalan berlubang.
“Penutupan dilakukan sekitar pukul 10.00 untuk perbaikan. Sore harinya sudah dibuka kembali dan bisa dilalui kendaraan,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Menurut Ansori, langkah tersebut diambil demi keselamatan pengguna jalan, mengingat jalur tersebut kini menanggung beban lalu lintas lebih besar dari biasanya. Setelah perbaikan selesai, arus kembali normal.
Sementara itu, seorang pengguna jalan asal Maesan, Khodijah, mengaku hampir mempercayai kabar tersebut. Namun saat melintas pada Minggu, ia mendapati jembatan tetap dapat digunakan.
“Memang sekarang lebih padat sejak Sentong ambruk. Tapi jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena bisa meresahkan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta memastikan kebenaran kabar sebelum membagikannya di media sosial.(*)
