KETIK, SLEMAN – Aspal jalanan di Kabupaten Sleman tampak sedikit lebih berwarna pagi ini. Sebuah armada bus berkelir biru kombinasi kuning mulai menyisir jalanan, menandai babak baru layanan transportasi publik bagi generasi muda di Bumi Sembada.
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perhubungan resmi meluncurkan Sistem Transportasi Bus Sekolah Layak Anak Sleman atau yang akrab disapa 'Si Bulan', Senin, 2 Maret 2026.
Solusi Keselamatan Pelajar di Jalan Raya
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, menyatakan bahwa pengoperasian Si Bulan merupakan jawaban atas kebutuhan transportasi yang aman bagi pelajar.
Saat memantau langsung operasional di Terminal Pakem, Heri menegaskan bahwa layanan ini sepenuhnya tidak dipungut biaya alias gratis. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi kendala bagi siswa dalam mengakses fasilitas pendidikan hanya karena persoalan biaya transportasi.
"Kami ingin memastikan anak-anak kita sampai di sekolah dengan selamat tanpa harus was-was di jalan raya. Si Bulan ini adalah bentuk kehadiran negara untuk melindungi hak anak dalam mendapatkan akses pendidikan yang didukung transportasi layak," ujar Heri Kuntadi, Senin, 2 Maret 2026.
Tekan Angka Kecelakaan di Bawah Umur
Fokus utama Dishub Sleman melalui inisiatif ini adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara di bawah umur. Heri menjelaskan bahwa fenomena pelajar yang membawa sepeda motor sendiri ke sekolah masih menjadi tantangan besar di wilayahnya.
Dengan tersedianya bus sekolah yang nyaman, diharapkan para orang tua tidak lagi memberikan izin kepada anak-anak mereka yang belum memiliki SIM untuk berkendara.
"Target utama kami adalah perubahan perilaku. Kami berharap para orang tua mulai beralih memanfaatkan fasilitas ini. Lebih baik anak-anak duduk manis di dalam bus daripada mereka harus berisiko di jalan raya menggunakan motor padahal belum cukup umur," tambah Heri menekankan urgensi program tersebut.
Jadwal dan Integrasi Moda Transportasi
Layanan Si Bulan dirancang mengikuti ritme aktivitas sekolah, beroperasi setiap Senin hingga Jumat. Untuk jam keberangkatan pagi, armada mulai menyisir rute pada pukul enam hingga delapan pagi. Sementara untuk kepulangan, bus siap menjemput para siswa mulai pukul dua siang hingga empat sore.
Heri menambahkan bahwa meskipun prioritas utama adalah pelajar, masyarakat umum tetap diperbolehkan naik apabila kapasitas tempat duduk masih tersedia. Untuk tahap awal, Dishub Sleman mengerahkan dua unit armada yang terjadwal dengan rapi.
Jeda antar kendaraan atau headway diatur sekitar tiga puluh menit setelah jadwal Trans Jogja melintas, sehingga terjadi integrasi moda transportasi yang efektif.
"Kami mengatur jadwalnya agar bersinggungan dengan Trans Jogja. Jadi, ada kesinambungan rute yang memudahkan mobilitas anak sekolah dari berbagai titik," jelas Heri.
Respons positif mengalir deras dari para orang tua murid di sekitar Terminal Pakem. Kehadiran Si Bulan dianggap sebagai solusi nyata dalam meringankan beban pengeluaran harian rumah tangga sekaligus memberikan rasa tenang bagi orang tua.
Heri Kuntadi berharap masyarakat dapat menjaga bersama fasilitas publik ini agar terus berkelanjutan dan mampu menjangkau rute yang lebih luas di masa mendatang. (*)
