KETIK, NAGAN RAYA – Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Aceh meninjau langsung selesainya pemasangan Jembatan Panel Darurat (Bailey) Krueng Beutong di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Rabu, 7 Januari 2025.
Jembatan darurat sepanjang 30 meter dan lebar 4,2 meter ini dibangun oleh Kementerian PU bersama TNI dan mitra sebagai penanganan darurat pascabanjir bandang yang sempat memutus akses vital masyarakat.
Sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan Jembatan Panel Darurat (Bailey) Krueng Beutong, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengelar seremoni tepung tawar atau Peusijuek dan doa bersama.
Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, memimpin ritual adat Peusijuek Jembatan Panel Darurat (Bailey) Krueng Beutong di Kecamatan Beutong Ateuh Benggala, Kabupaten Nagan Raya.
Ritual Peusijuek Jembatan Panel Darurat (Bailey) Krueng Beutong digelar sebagai rasa syukur atas selesainya pembangunan Jembatan Panel Darurat (Bailey) Krueng Beutong di Kecamatan Beutong Ateuh Benggala, Kabupaten Nagan Raya, agar diberkahi keselamatan, kelancaran, dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Aceh akan melakukan Pelaksanaan Loading Test (Uji Beban) pada Jembatan Panel Darurat (Bailey) Krueng Beutong, pada Kamis, 8 Januari 2026 yang merupakan prosedur standar teknis untuk memastikan jembatan Panel Darurat (Bailey) tersebut aman digunakan oleh masyarakat.
Pelaksanaan Loading Test (Uji Beban) pada Jembatan Panel Darurat (Bailey) Krueng Beutong oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Aceh memiliki karakteristik khusus dibandingkan jembatan permanen.
"Jembatan Bailey adalah jembatan rangka baja modular yang bersifat sementara atau semi-permanen, sehingga fokus pengujiannya terletak pada kekuatan sambungan panel dan kekakuan rangka," katanya.
Jika pengujian berhasil, Jembatan Bailey yang mampu menahan beban hingga 20 ton ini dapat langsung diterapkan sistem buka-tutup lalu lintas atau dibuka penuh untuk kendaraan ringan dan darurat guna memulihkan konektivitas dan distribusi logistik antar wilayah, Aceh Tengah – Nagan Raya yang sempat terputus.
Pelaksanaan ini merupakan bagian dari upaya percepatan infrastruktur oleh Kementerian PU dan TNI AD di awal tahun 2026. (*)
