Gerebek Batu

Uji Coba Portal Parkir Alun-alun Kota Batu Picu Protes PKL: Pendapatan Turun, Kebijakan Minta Dikaji Ulang

7 Desember 2025 17:35 7 Des 2025 17:35

Thumbnail Uji Coba Portal Parkir Alun-alun Kota Batu Picu Protes PKL: Pendapatan Turun, Kebijakan Minta Dikaji Ulang

Uji coba gate parkir Alun-alun Kota Batu pada tanggal 6 Desember 2025. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, BATU – Uji coba gate parkir Alun-alun Kota Batu pada hari pertama, 6 Desember 2025 langsung memicu keluhan dari para Pedagang Kaki Lima (PKL). Mereka menilai kebijakan ini perlu dikaji ulang karena berdampak langsung pada roda perekonomian.

Sejak sistem tersebut diberlakukan, pendapatan mereka dilaporkan menurun cukup signifikan akibat berkurangnya jumlah pengunjung yang tidak masuk area PKL karena ada rantai penutup jalan. 

Rantai ini sendiri digunakan sebagai penutup akses jalan bagi pemotor yang datang melalui Jalan Kartini. Sehingga, para pemotor hanya bisa melintas melalui pintu masuk parkir jika ingin pergi ke Alun-alun Kota Batu. 

Banyak pengunjung yang mengira rantai sebagai tanda dilarang melewati. Sehingga, pedagang yang berada di area tersebut menjadi sepi pembeli.

Banyak pedagang di area tersebut yang mengeluh karena turunnya pendapatan pada hari itu. 

Uji coba gate parkir yang bertepatan pada malam minggu membuat para pedagang menjerit. Biasanya malam minggu adalah hari dimana mereka mendapatkan omzet paling tinggi, kini menjadi omzet paling rendah. 

Dari pengakuan Puspita selaku Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kota Batu, ia mengungkapkan bahwa ada penurunan omzet cukup signifikan, terlebih lagi malam minggu yang harusnya menjadi hari peningkatan omzet malah justru mendapatkan penurunan 90%.

"Pendapatan kami menurun hingga 90% karena akses jalan ditutup oleh rantai, sehingga orang harus melompat untuk ke wilayah kami," ungkap Puspita.

"Orang-orang mulai gaduh karena tidak ada pengunjung apalagi kemarin malam tidak hujan yang dijagakno PKL ya malam minggunya karena selalu ramai, tapi kemarin justru malah sepi akibat rantai penutup jalan ini," imbuhnya.

Dalam hal ini, pihak Dishub juga tidak memberitahu kepada para pedagang bahwa penutupan akses jalan di area PKL ini menggunakan rantai. 

"Sudah berkali-kali sosialisasi cuman wacana rantai tidak pernah tersosialisasi dengan baik saya juga baru tahu kalau menggunakan tantai sebagai penutup jalan," jelas Puspita.

"Kalau pemasangan rantai yg kami ketahui tujuannya menghindari akses motor dari Jalan kartini atas biar tidak lalu lalang, dampak yang timbul ya orang-orang jadi meloncat jika lewat, yang tidak paham pasti mengartikan dilarang masuk," tambahnya.

Dalam hal ini, Puspita berharap agar bisa dikaji ulang dan bisa mengurangi dampak kerugian bagi pedangan kaki lima. Selain itu, ia juga berharap Dishub selalu monitor keadaan semua di Kawasan Alun-alun Kota Batu.(*)

Tombol Google News

Tags:

Gerebek Batu Kota Wisata Batu Kwb Gate Parkir  ‎ Alun Alun Kota Batu PKL Pedagang kaki lima GerebekBatu