Tujuh Sunnah Rasulullah SAW saat Menyambut Idulfitri

19 Maret 2026 09:30 19 Mar 2026 09:30

Thumbnail Tujuh Sunnah Rasulullah SAW saat Menyambut Idulfitri

Suasana Halal bi halal usai gelaran solat Idulfitri di masjid Darrusalam, Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, 10 April 2024. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Hari raya Idulfitri, yang merupakan momen penuh kebahagiaan, tidak hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang mengisi hari kemenangan dengan ibadah.

Bagaimana kita bisa merayakan Idulfitri sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW? Yuk, kita simak!

1. Perbanyak Takbir

Takbir menjadi salah satu hal yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW mengumandangkan takbir pada malam terakhir Ramadhan hingga pagi hari 1 Syawal. Ada dua jenis takbir yang perlu kita ketahui:

  • Muqayyad: Takbir yang dilakukan setelah shalat fardhu atau sunnah.
  • Mursal: Takbir yang dilakukan di mana saja, setelah shalat atau tidak.

Takbir bisa kita kumandangkan di rumah, masjid, bahkan pasar! Kalau Anda sedang di jalan atau di rumah, jangan lupa untuk ikut mengumandangkan takbir!

Bacaan takbir utama:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ

2. Berhias dan Mengenakan Pakaian Terbaik

Idulfitri adalah saatnya tampil dengan kebahagiaan. Cobalah untuk mengenakan pakaian terbaik yang Anda miliki, bahkan jika itu berarti membeli pakaian baru. Tapi ingat, bagi perempuan, selalu perhatikan batasan syariat saat berhias, ya!

3. Makan Sebelum Shalat Idulfitri 

Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk tidak berpuasa pada hari Idulfitri. Sebelum berangkat shalat, Rasulullah SAW biasa makan kurma dengan jumlah ganjil. Anda bisa mencoba mengikuti sunnah ini dengan memakan tiga, lima, atau tujuh kurma.

4. Shalat Idulfitri 

Shalat Idulfitri dilaksanakan bersama keluarga dan sahabat, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak. Rasulullah SAW memilih rute berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat shalat. Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi umat Islam untuk menunaikan zakat fitrah.

5. Mengunjungi Tempat Keramaian

Suasana kegembiraan juga bisa ditemukan dengan mengunjungi tempat keramaian, seperti yang dilakukan Rasulullah SAW saat menemani Aisyah melihat pertunjukan tombak dan tameng.

6. Silaturahim: Mengunjungi Rumah Sahabat

Salah satu tradisi indah di Idulfitri adalah saling mengunjungi sahabat dan keluarga. Rasulullah SAW sering mengunjungi rumah sahabatnya untuk saling mendoakan. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda merencanakan untuk saling mengunjungi orang-orang terdekat?

7. Tahniah: Memberikan Ucapan Selamat

Ucapan selamat adalah bagian dari kegembiraan hari raya. “Taqabbala Allahu minna wa minkum” atau “Minal aidin wal faizin” adalah beberapa ucapan yang bisa digunakan. Tidak ada aturan baku, yang penting kita saling mendoakan kebaikan di hari yang fitri.

Idulfitri adalah waktu yang penuh berkah dan kebahagiaan. Mari kita perhatikan ajaran Rasulullah SAW agar hari raya ini tidak hanya menjadi moment perayaan semata, tetapi juga ibadah yang mendekatkan kita kepada Allah SWT.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang menjadi tradisi atau kebiasaan Anda dalam menyambut Idulfitri?.(*)

Tombol Google News

Tags:

Idulfitri