KETIK, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, memaknai Idulfitri 1447 Hijriah sebagai momentum penting yang tidak hanya sarat nilai spiritual, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Menurutnya, Idulfitri merupakan tradisi besar yang menjadi episentrum pergerakan ekonomi musiman, sekaligus titik balik spiritual bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.
“Idulfitri adalah momen yang luar biasa, tidak hanya sebagai tradisi, tetapi juga sebagai episentrum ekonomi musiman terbesar. Di sisi lain, ini merupakan momentum spiritual bagi manusia untuk kembali ke fitrah kemanusiaan, sebagai wujud kemenangan setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menambahkan, perayaan Idulfitri juga menjadi ruang refleksi diri untuk meningkatkan kualitas hubungan, baik secara spiritual maupun sosial. Nilai-nilai yang dibangun selama Ramadan diharapkan dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini juga menjadi sarana evaluasi diri, untuk meningkatkan ketaatan spiritual dan sosial. Selain itu, Idulfitri adalah media mempererat silaturahmi, waktu yang tepat untuk saling memaafkan, bersyukur, serta melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadan,” ungkap Cak Nur, sapaan akrabnya.
Secara pribadi, Cak Nur mengaku Idulfitri menjadi kesempatan berharga untuk berkumpul bersama keluarga di tengah padatnya aktivitas sebagai kepala daerah.
Momen tersebut, tambahnya, dimanfaatkan untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus berbagi cerita dan pengalaman hidup.
“Bagi saya pribadi, Idulfitri adalah waktu yang sangat baik untuk berkumpul bersama keluarga, saling memaafkan, berbagi, dan bertukar cerita di tengah kesibukan masing-masing,” tuturnya.
Ia berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengendalian diri yang terbangun selama Ramadan dapat terus terjaga, sehingga memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat pasca-Idulfitri. (*)
