KETIK, MALANG – Nama selebgram asal Malang, Emy Aghnia, kembali menjadi sorotan publik setelah unggahan kontennya memicu kontroversi di media sosial.
Kali ini, bukan soal gaya hidup glamor yang selama ini melekat padanya, melainkan cara ia mengemas konten promosi yang dinilai menyinggung perasaan banyak orang.
Kontroversi bermula saat Emy Aghnia mengunggah video yang menampilkan cuplikan lama almarhum Vidi Aldiano ketika membahas penyakit kanker yang dideritanya. Video tersebut awalnya terasa menyentuh, apalagi dengan pesan mendalam yang disampaikan.
“Harta tak berarti apa-apa saat menghadapi penyakit serius.”
Namun, suasana haru itu berubah ketika video tersebut diakhiri dengan promosi sebuah produk herbal. Di sinilah polemik mulai muncul, karena banyak warganet menilai konten tersebut tidak sensitif, terlebih dikaitkan dengan sosok yang telah meninggal dunia.
Alih-alih menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan, konten tersebut justru menuai kritik tajam. Tidak sedikit yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk eksploitasi momen duka untuk kepentingan komersial.
Reaksi keras datang dari sejumlah sahabat mendiang Vidi Aldiano. Salah satunya Fita Anggriani yang secara terbuka meluapkan emosinya melalui Instagram Story. Ia menilai tindakan tersebut tidak pantas dan melukai banyak pihak.
Tangkapan layar instagram story Fita Anggriani. (Foto: Instagram @fitaanggriani)
""Niat sebagai pengingat tentang pentingnya kesehatan dan merawat diri" PRETTTTTTTT," tulis Fita dilihat Selasa, 17 Maret 2026.
"Endorse mah endorse ajeh, ga usah embel-embel pakai contoh Vidi meninggal mbakeee! Tol*l! Otak lu di maneeeee! Sorry banget emosi, Alhamdulillah lagi enggak puasa," katanya.
Tak berhenti di situ, Fita kembali menegaskan kekesalannya dengan sindiran keras terhadap alasan yang disampaikan.
Senada dengan itu, Reza Chandika juga ikut angkat bicara. Ia menyoroti aspek etika dalam pembuatan konten, khususnya ketika menyangkut kabar duka.
"Secara etika yang berlaku umum di masyarakat maupun profesional, tindakan tersebut dianggap kurang etis atau bahan bisa disebut tidak etis. Mengunakan berita duka sebagai "jembatan" (bridging) untuk konten promosi atau pekerjaan komersial sering kali dianggap sebagai tindakan mengeksploitasi kesedihan demi keuntungan materi," tulisnya.
Bahkan unggahan story Reza juga sempat direpost oleh sahabat Vidi lainnya, Enzy Storia.
Di tengah derasnya kritik, Emy Aghnia akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui unggahannya telah menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan di publik.
"Dengan segala kerendahan hati, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas konten yang saya unggah dan telah menimbulkan kesalahpahaman," tulis Aghnia dalam media sosial Instagram pribadinya @emyaghnia.
Ia juga menegaskan bahwa sosok Vidi Aldiano memiliki tempat istimewa baginya dan banyak orang.
"Kepergian almarhum Vidi Aldiano merupakan kehilangan besar bagi banyak orang. Beliau adalah sosok yang selalu membawa keceriaan, energi positif, dan tawa bagi banyak orang, termasuk bagi saya pribadi," lanjutnnya.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya sensitivitas dalam membuat konten, terutama ketika berkaitan dengan momen duka. Di era digital seperti sekarang, batas antara berbagi pesan dan kepentingan komersial kerap kali menjadi sorotan publik. (*)
