KETIK, PEMALANG – Seorang kreator TikTok asal Kabupaten Pemalang, Sri Mujiasih, meluapkan kekesalannya terhadap kinerja Polres Pemalang yang dinilai lamban dalam menangani kasus dugaan pencurian uang dan perhiasan yang dialaminya.
Melalui akun TikTok @mamihangel10, Sri mengunggah video berdurasi sekitar 3 menit 46 detik pada 31 Maret 2026. Video tersebut viral dan menuai ratusan komentar dari warganet, yang mayoritas mendesak agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum.
Dalam keterangannya kepada Ketik.com, Sri mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pemalang sejak 14 Maret 2026. Namun, hingga dua minggu berlalu, pihak kepolisian belum mengamankan terduga pelaku.
“Baru dapat surat tanda penerimaan laporan kemarin, tanggal 1 April 2026,” ujar Sri saat ditemui di kediamannya di Desa Pener, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Sabtu, 4 April 2026.
Sri menjelaskan, terduga pelaku berinisial S dan R alias K, yang merupakan warga Kabupaten Tegal dan baru dikenalnya sekitar dua bulan terakhir. Salah satunya sebagai pengemudi lepas.
Peristiwa pencurian itu terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026 di rumahnya. Saat itu, Sri tengah mandi dan baru menyadari kehilangan setelah selesai beraktivitas, termasuk kegiatan pembagian takjil.
Ia mengaku terkejut karena pintu rumah dan kamar dalam kondisi tertutup namun tidak terkunci. Setelah dilakukan pengecekan, Sri kehilangan uang tunai sekitar Rp1,5 miliar serta perhiasan seberat 107 gram.
Kamera Pengawas yang terpasang di garasi rumah kreator TikTok Mamih Angel Shop (Foto: Slamet/Ketik.com)
Menurut Sri, salah satu terduga pelaku telah mengakui perbuatannya dan telah menduplikat kunci. Pengakuan tersebut, kata dia, juga didukung dengan rekaman video serta bukti CCTV.
Sri juga mengadu atas ketidakpuasan penanganan Polres Pemalang yang dinilai lamban kepada Polda Jateng pada Kamis, 2 April 2026.
“Harapan saya pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Humas Polres Pemalang, Iptu Suharno, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam proses penanganan. “Masih dalam tahap penyidikan,” singkatnya.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik di media sosial, seiring meningkatnya perhatian terhadap kinerja aparat penegak hukum dalam menangani laporan masyarakat.(*)
