KETIK, MALANG – Operasional Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Malang mengalami kendala keterbatasan lahan. Saat ini Pemerintah Kota Malang sedang melakukan penyisiran aset untuk mengatasi persoalan tersebut.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa dari 57 KMP, baru sekitar 12 koperasi yang beroperasi. Wahyu telah menghimpun data dan menemukan bahwa kendala utama di lapangan disebabkan oleh kesulitan mencari lahan.
"Koperasi Merah Putih yang sudah beroperasi saat ini ada sekitar 12 dari total 57. Mereka memang terkendala terkait dengan lokasi," ujar Wahyu, Jumat, 16 Januari 2026.
Beberapa KMP yang beroperasi saat ini masih bertempat di kantor kelurahan. Dibutuhkan lahan sekitar 100 meter persegi di tiap wilayah untuk menginventaris kebutuhan kantor KMP.
"Kita sekarang sedang menginventarisir semua lahan milik Pemkot yang bisa digunakan, karena mereka rata-rata butuh sekitar 100 meter persegi. Pemkot Malang ini agak sulit untuk mendapatkan lahan seluas itu," kata Wahyu.
Kendati demikian persoalan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk menyurutkan semangat pelayanan ke masyarakat. Wahyu akan mengupayakan agar 57 KMP di Kota Malang dapat beroperasi sepenuhnya di 2026.
"Ini tidak mengurangi (semangat), yang penting sosialisasi dan memberikan gambaran pada masyarakat bahwa koperasi ini berjalan. Apalagi kalau sudah bersinergi dengan SPPG, akan tambah lebih baik lagi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menjelaskan tahun 2025 lalu terdapat dua KMP yang sedang dibangun.
"Baru dua kemarin yang dibangun, tahun 2025. Ada di Bandungrejosari sama Arjowinangun. Sekarang sudah mulai proses pembangunan, tapi masih belum selesai," ujar Eko.
