Hadapi Risiko Inflasi Jelang Lebaran, Pantauan Harga Bahan Pokok di Kota Malang Diperkuat

3 Maret 2026 14:25 3 Mar 2026 14:25

Thumbnail Hadapi Risiko Inflasi Jelang Lebaran, Pantauan Harga Bahan Pokok di Kota Malang Diperkuat

Pemantauan harga bahan pokok di Kota Malang terus diperkuat menjelang lebaran. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pemantauan harga bahan pokok di Kota Malang terus diperkuat menjelang lebaran. Hal tersebut dilakukan untuk menghadapi risiko meningkatnya tekanan inflasi pada periode Har Raya Idulfitri pada Maret 2026 nanti.

Kepala Bank Indonesia (BI) Malang, Indra Kuspriyadi, menjelaskan, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,74 persen (mtm) pada Februari 2026. Pada Maret 2026, Kota Malang sempat menghadapi deflasi 0,10 persen (mtm). Kondisi tersebut membuat Kota Malang mengalami inflasi yoy sebesar 4,76 persen di Februari 2026.

Tak hanya meningkatkan intensitas pemantauan harga, intervensi juga dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat. Salah satu intervensi yang dilakukan ialah dengan operasi pasar.

"Menghadapi risiko meningkatnya tekanan inflasi pada periode HBKN Idulfitri yang jatuh pada Maret, TPID berupaya meningkatkan intensitas pemantauan harga dan melakukan intervensi melalui operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga kebutuhan pokok," ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Indra menjelaskan, sinergi bersama pemerintah pusat maupun daerah akan ditindaklanjuti melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Termasuk dengan penguatan strategi 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan juga komunikasi efektif.

"Penguatan program 4K ini untuk menjaga level inflasi berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persen (yoy)," lanjutnya.

Sebagai informasi, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2026 di Kota Malang ini dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,48 persen (mtm). Penyebab utamanya ialah kenaikan harga komoditas cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah.

"Kenaikan harga komoditas pangan itu disebabkan penurunan pasokan di tengah curah hujan yang tinggi. Permintaan pada awal Ramadan 2026 pun juga menjadi pemicu," katanya.

Beberapa bahan pokok juga mengalami deflasi, mulai dari bensin, wortel, sawi putih, bawang merah, dan tarif kereta api. Pada komoditas bensin menyumbang deflasi -0,05 persen (mtm) dan 4 komoditas lainnya -0,01 persen (mtm).

"Penurunan harga bensin terjadi seiring penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Februari 2026. Penurunan harga wortel, sawi putih, dan bawang merah disebabkan oleh pasokan yang tetap terjaga. Tarif kereta api juga mengalami penurunan akibat program diskon tarif kereta api dari PT KAI 30 persen dalam rangka mendukung angkutan Lebaran 2026," jelasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Inflasi Februari 2026 Inflasi kota malang Kota Malang BI Malang Pemantauan Harga Bahan Pokok Lebaran 2026 Ramadan 2026