KETIK, MALANG – Kota Malang mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,81 persen di Februari 2026. Kenaikan harga beberapa kebutuhan masyarakat menjadi pemicu inflasi di bulan Februari 2025, salah satunya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang menyumbang 21,13 persen.
Berdasarkan data dari badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,57 pada Februari 2025 menjadi 110,65 pada Februari 2026. Kota Malang juga mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,74 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,64 persen.
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menjelaskan, komoditas yang memberikan andil pada inflasi yoy Februari 2026 ini mulai dari tarif listrik, emas perhiasan, beras, daging ayam ras, telur ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM), cabai rawit, dan bawang merah.
"Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada Februari 2026, antara lain cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah dan perbaikan ringan kendaraan," ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.
Pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi y-on-y 0,87 persen. Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang ialah beras sebesar 0,19 persen, daging ayam ras sebesar 0,16 persen, telur ayam ras sebesar 0,1 persen.
Dilanjutkan dengan sigaret kretek mesin (SKM) dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,07 persen, bawang merah sebesar 0,06 persen, sigaret kretek tangan (SKT) dan santan jadi masing-masing sebesar 0,04 persen.
Sedangkan untuk kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menyumbang inflasi y-on-y 20,41 persen. Mengalami kenaikan indeks dari 85,9 pada Februari 2025 menjadi 103,43 pada Februari 2026.
"Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi adalah listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 54,03 persen, sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y terendah adalah pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan sebesar 0,89 persen," tuturnya.
Untuk kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, mengalami inflasi y-on-y 1,35 persen. Adapun komoditas yang banyak memberikan andil ialah emas perhiasan sebesar 1,2 persen.
"Kelompok ini mengalami kenaikan indeks dari 117,58 pada Februari 2025 menjadi 142,43 pada Februari 2026," ucapnya. (*)
