KETIK, MALANG – Terminal Arjosari telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi mudik Lebaran 2026. Antisipasi tersebut mulai dari penyiapan bus cadangan hingga penambahan personel terminal.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Perusahaan Otobus (PO) untuk menyiapkan ketersediaan armada.
"Untuk menghadapi arus mudik Lebaran, kami sudah berkoordinasi dengan pihak PO yang melayani tujuan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) terkait ketersediaan armada. Dalam koordinasi tersebut, kami sampaikan apabila terjadi lonjakan penumpang maka pihak PO harus menyediakan bus cadangan," ujarnya kepada Ketik.com, Rabu, 4 Maret 2026.
Kemudian, personel juga akan ditambah untuk mendukung keamanan dan kelancaran arus mudik di Terminal Arjosari. Nantinya, personel tambahan itu akan ditempatkan di posko Angkutan Lebaran 2026.
"Tidak hanya memaksimalkan petugas internal dari Terminal Arjosari, melainkan juga ada personel tambahan perbantuan dari Jembatan Timbang Singosari. Kalau mengacu saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin, kurang lebih ada 6 personel tambahan," jelasnya.
Selain itu, pembenahan fasilitas juga dilakukan mulai lampu penerangan hingga rambu pengarah. Ini dilakukan untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik.
Perempuan yang akrab disapa Mega ini mengungkapkan, dari rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral yang dilakukan pada Senin, 2 Maret 2026 lalu, diprediksi terjadi penurunan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran. Namun, hal itu tidak boleh disepelekan dan pihaknya tetap bersiaga penuh secara maksimal.
"Kenapa ini terjadi, karena Idul Fitri tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi sehingga waktu liburnya tidak bersamaan. Jadi, nantinya ada dua kali puncak arus mudik dan prediksi kami terjadi di tanggal 17 Maret dan 20 Maret," ungkapnya.
Di samping itu, Terminal Arjosari juga telah menerima permintaan dari pihak PO terkait penambahan armada bus untuk masa Angkutan Lebaran 2026.
"Ada tiga PO yang telah mengajukan, tetapi semuanya AKAP. Mereka ajukan penambahan untuk antispasi lonjakan penumpang," tandasnya. (*)
