KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan pasokan elpiji subsidi 3 kilogram tetap tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Disperindag Jatim berperan aktif mengawasi distribusi elpiji di lapangan, termasuk memastikan penyaluran melalui pangkalan resmi berjalan sesuai ketentuan. Dengan dukungan sekitar 36 ribu pangkalan yang tersebar di seluruh Jawa Timur, distribusi elpiji diharapkan dapat merata hingga ke masyarakat.
Pengawasan tidak hanya dilakukan di Surabaya, tetapi juga di sejumlah daerah yang sempat mengalami lonjakan permintaan, seperti Banyuwangi dan Tuban. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran distribusi sekaligus mencegah kekosongan pasokan di tingkat konsumen.
Dalam pelaksanaannya, Disperindag Jatim terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga serta pemerintah kabupaten/kota untuk memantau ketersediaan dan stabilitas harga elpiji di pangkalan. Selain itu, penambahan pasokan juga dilakukan di wilayah dengan konsumsi yang meningkat.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi memicu antrean dan mengganggu distribusi. Elpiji subsidi diharapkan digunakan secara tepat sasaran, khususnya bagi rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turut meninjau langsung di lapangan, menyampaikan bahwa ketahanan stok elpiji secara nasional berada di kisaran 20 hari.
Ia menegaskan, stok di tingkat depo yang hanya tersedia untuk beberapa hari merupakan bagian dari sistem distribusi yang terus berputar dan tidak menunjukkan adanya kekurangan pasokan.
Dengan sinergi antara Disperindag Jatim dan Pertamina Patra Niaga, distribusi elpiji 3 kilogram diharapkan tetap terjaga sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara aman, merata dan berkelanjutan.(*)
