Tangis di Balik Pel RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar! Puluhan Tahun Mengabdi, Diputus dalam Hitungan Hari

4 Januari 2026 12:50 4 Jan 2026 12:50

Thumbnail Tangis di Balik Pel RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar! Puluhan Tahun Mengabdi, Diputus dalam Hitungan Hari

Ilustrasi pekerja kebersihan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Minggu, 4 Januari 2025. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Lantai RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar masih sama, Minggu pagi, 4 Januari 2026. Bau cairan pembersih masih setia. Lorong-lorong rumah sakit tetap ramai oleh langkah pasien dan keluarga yang menunggu harapan. 

Tapi bagi 62 petugas kebersihan, hari ini adalah akhir dari sebuah pengabdian panjang yang diputus bukan dengan salam perpisahan, melainkan dengan pesan singkat bernama pembatalan kontrak, 

Mereka datang bekerja pada 1 Januari 2026 dengan seragam, sapu, dan keyakinan bahwa roda hidup akan terus berputar seperti biasa. Mereka sudah dinyatakan diterima kembali. Kontrak kerja baru sudah di tangan. 

Tahun baru seharusnya membawa harapan. Namun, semuanya runtuh hanya berselang beberapa jam.

Perusahaan baru penyedia tenaga kerja, PT Sasana Bersaudara Indonesia (SBI), tiba-tiba membatalkan kontrak kerja 62 petugas kebersihan RSUD Mardi Waluyo, rumah sakit milik Pemerintah Kota Blitar. Alasannya singkat dan dingin: kendala operasional.

Padahal, sebagian dari mereka telah membersihkan rumah sakit ini sejak belasan hingga lebih dari 20 tahun lalu. Sejak rambut masih hitam, sejak anak-anak mereka masih digendong.

Sabtu kemarin, 3 Agustus 2026, lima orang perwakilan datang ke manajemen RSUD Mardi Waluyo. Bukan membawa tuntutan besar. Mereka hanya ingin satu hal: perhatian.

“Kenapa kami yang sudah belasan bahkan lebih dari 20 tahun kerja di rumah sakit ini kok seperti tidak dianggap,” ujar Gigih Adijaya, suaranya bergetar saat dihubungi Ketik.com.

Gigih bukan orang baru. Ia adalah bagian dari 62 nama yang selama ini tak pernah tertulis di papan prestasi, tapi selalu ada di balik kebersihan ruang operasi, lorong IGD, dan kamar pasien.

Selama bertahun-tahun, total 77 petugas kebersihan RSUD Mardi Waluyo bekerja di bawah naungan perusahaan outsourcing. Hingga akhir Desember 2025, mereka diminta mengikuti seleksi ulang untuk tahun 2026 oleh perusahaan baru, PT SBI.

Seleksi dilakukan pada 31 Desember 2025. Hasilnya diumumkan keesokan harinya. Sebanyak 62 orang dinyatakan lolos. Lima belas lainnya harus tersingkir.

Namun luka belum sempat sembuh, sayatan baru datang. Sekitar pukul 18.00 WIB di hari yang sama, PT SBI membatalkan seluruh kontrak 62 petugas kebersihan yang baru saja dinyatakan diterima.

Ironis, keesokan harinya, 2 Januari 2026, sekitar 22 tenaga kebersihan baru justru masuk bekerja menggantikan posisi mereka.

“Kami sudah tanya ke pihak perusahaan. Jawabannya cuma satu: itu keputusan atasan,” kata Gigih lirih.

Di antara mereka ada cerita yang tak tertulis di kontrak kerja. Ada yang bertahan di masa pandemi Covid-19. Ada yang kehilangan istri. Ada yang mengubur anaknya sendiri.

“Kami sadar, kami ini cuma cleaning service. Kasarnya, kami ini cuma kacung,” ucap Gigih, lalu terdiam sejenak.

Namun, mereka bukan tenaga sembarangan. Seluruh petugas yang mengikuti seleksi adalah tenaga terlatih dan bersertifikat. Mereka tahu cara membersihkan ruang isolasi, menangani darah pasien, hingga standar kebersihan rumah sakit.

Mereka bukan sekadar penyapu lantai. Mereka penjaga senyap di balik keselamatan pasien.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Mardi Waluyo, Bernard T Ratulangi, mengaku tak mengetahui detail pembatalan kontrak tersebut. Bahkan, ia menyebut pihak rumah sakit ikut dibuat bingung.

“Kami hanya diberi tahu ada kesalahan teknis. Kami sendiri pusing dengan persoalan ini,” ujarnya.

Di sudut rumah sakit itu, pel-pel mungkin masih berdiri bersandar. Seragam mungkin masih tergantung rapi.

Namun, bagi 62 petugas kebersihan, rumah sakit yang selama puluhan tahun mereka jaga kebersihannya, kini terasa asing.

Tahun baru datang tanpa kepastian.

Pengabdian panjang berakhir tanpa pamit.

Dan tangis pun jatuh, diam-diam, di antara lantai yang selalu mereka bersihkan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Mardi Waluyo RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Blitar PT Sasana Bersaudara Indonesia PT SBI