Tampil di Hadapan Gubernur Khofifah di Grahadi, Siswi SMAN 8 ini Buktikan Prestasi Tilawah Bisa Lahir dari Pendidikan Umum

24 Februari 2026 14:05 24 Feb 2026 14:05

Thumbnail Tampil di Hadapan Gubernur Khofifah di Grahadi, Siswi SMAN 8  ini Buktikan Prestasi Tilawah Bisa Lahir dari Pendidikan Umum

Siswi SMA Negeri 8 Surabaya Aidah Nur Fitriah saat melantukan ayat suci Al-Quran di hadapan Gubernur Jatim di sela silaturahim dan buka bersama di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin, 23 Februari 2026. (Foto: Fiqih Arfani/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Tak banyak yang menyangka, sosok qoriah yang tampil melantunkan ayat suci Al-Qur’an di hadapan Gubernur ternyata bukan berasal dari pondok pesantren murni. Ia adalah Aidah Nur Fitriah, remaja kelahiran 3 November 2005, yang masih berstatus sebagai siswi SMA.

Aida menuturkan, meski mengenyam pendidikan formal di SMA Negeri 8 Surabaya, dirinya tetap berstatus sebagai santri. Hal itu karena sistem pendidikan yang dijalaninya berada di bawah yayasan yang terpisah antara sekolah formal dan pendidikan kepesantrenan.

“Saya sekolah di SMA, tapi statusnya tetap santri karena yayasannya memang terpisah,” ujarnya ditemui usai qiroah di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin, 23 Februari 2026.

Aida tampil di panggung kehormatan di sela buka bersama dan silaturahim Gubernur Khofifah dengan pihak pendukung kegiatan bukber kurma hadiah Raja Salman yang sukses digelar pada Sabtu, 21 Februari lalu di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Tak ada rasa canggung, gugup apalagi grogi saat Aida tampil melantunkan Quran Surat Al Baqarah ayat 185 tersebut.

Selain Gubernur Khofifah, hadir pada kesempatan tersebut sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi terkait, antara lain Kepala Dinas Pendidikan Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nur Kholis, Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto, Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil dan lainnya.

Kesempatan tampil sebagai qoriah di hadapan orang nomor satu di Pemprov Jawa Timur itu bukan datang secara tiba-tiba. Aidah mengaku telah memiliki rekam jejak panjang di dunia tilawah sejak usia dini. Berbagai perlombaan qori kerap diikutinya, dan tak sedikit yang berhasil ia menangkan.

"Dari kecil saya sering ikut lomba-lomba qori. Alhamdulillah, sering dapat juara. Mungkin karena itu jadi sering dipanggil untuk mengisi acara,” tuturnya.

Menariknya, kemampuan tilawah Aida tidak diperoleh dari lembaga khusus, melainkan tumbuh dari lingkungan keluarga. Orang tua Aida menjadi sosok penting dalam perjalanan tilawahnya.

“Belajarnya langsung dari orang tua saya sendiri,” kata Aida.

Foto Siswi SMA Negeri 8 Surabaya Aidah Nur Fitriah saat melantukan ayat suci Al-Quran di hadapan Gubernur Jatim di sela silaturahim dan buka bersama di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin, 23 Februari 2026.  (Foto: Fiqih Arfani/Ketik.com)Siswi SMA Negeri 8 Surabaya Aidah Nur Fitriah saat melantukan ayat suci Al-Quran di hadapan Gubernur Jatim di sela silaturahim dan buka bersama di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin, 23 Februari 2026. (Foto: Fiqih Arfani/Ketik.com)

Perpaduan pendidikan formal, status sebagai santri, serta bimbingan langsung dari orang tua menjadikan Aidah Nur Fitriah contoh generasi muda yang mampu berprestasi di bidang keagamaan tanpa meninggalkan pendidikan umum.

Kisahnya menjadi bukti bahwa qoriah berprestasi dapat lahir dari berbagai latar belakang pendidikan, selama diiringi dengan ketekunan dan konsistensi sejak dini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengapresiasi Aida yang tampil sebagai qoriah di hadapan Gubernur Khofifah. Menurut dia, siswi SMAN 8 Surabaya itu tampil bagus, percaya diri dan sangat layak diapresiasi.

"Yang membanggakan, Aida ini siswi dari sekolah umum, SMA negeri. Harapan saya, anak ini terus mengembangkan dan mengasah kualitasnya dalam qiroah. Semoga Aida ini menginspirasi siswa-siswi lainnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Qoriah remaja SMAN 8 Surabaya Siswi berprestasi Aidah Nur Fitriah Gubernur Khofifah sman 8 sma negeri 8 santri aida