KETIK, TUBAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambakboyo Dasin, Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Polres Tuban menunjukkan komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja dan kualitas pelayanan.
Pihak SPPG berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tuban, menggelar pelatihan mitigasi kebakaran dan cegah resiko hewan liar serta keamanan pangan bagi seluruh relawan internal dapur pada Senin, 30 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung pagi pukul 08: 00 WIB sampai selesai ini bertujuan untuk membekali relawan dengan kemampuan skill-up serta penegasan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat selama bertugas di layanan dapur progam Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Pemerintah.
Kepala SPPG Tambakboyo, Moch. Yafa Sultan Arkanu, menjelaskan bahwa pelatihan mencakup spektrum luas, mulai dari penjamah makanan untuk pencegahan Kejadian Menonjol (KM), mitigasi kebakaran, hingga deteksi risiko gangguan hewan liar di lingkungan dapur.
Petugas Damkar Kabupaten Tuban memberikan edukasi mematikan elpiji saat terjadi resiko kebakaran, Senin 26 Maret 2026 (Foto Ahmad Istihar/Ketik.com)
"Alhamdulillah, relawan sangat antusias. Mereka tidak hanya menerima materi, tapi langsung praktik lapangan melakukan pemadaman api pada gas elpiji dan kompor menggunakan cara manual dengan media kain basah," ujar Yafa.
Ia menambahkan penguatan SOP sesuai regulasi Badan Gizi Nasional (BGN) sangat krusial guna memastikan seluruh prose mulai penerimaan barang, produksi, hingga penyajian menu berada dalam kondisi aman dan layak konsumsi bagi para penerima manfaat.
"Kami berbagi peran menyampaikan SOP dapur. Pengawas gizi tentang keamanan pangan. Lalu, SOP internal dapur oleh Aslap dan regulasi oleh SPPI," tandas dia kepada Ketik.com.
Dalam kesempatan kegiatan itu, Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif SPPG Tambakboyo Dasin. Menurutnya, pemahaman mengenai sistem proteksi kebakaran sangat vital, mengingat aktivitas dapur memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi dan resiko hewan liar.
"Kami sangat apresiasi, SPPG telah mengajak kami untuk berkolaborasi," tuturnya
Mantan camat Bancar Sutaji, dalam materinya menyampaikan dua sistem proteksi yang wajib dipahami seluruh relawan yakni sistem proteksi aktif dengan memahami serta penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), APAR CO2, serta detektor api/panas.
Kedua, sistem proteksi kebakaran pasif dengan cara seluruh relawan kerja di lingkungan SPPG mampu memahami petandai jalur evakuasi dan penentuan titik kumpul saat terjadi bencana kebakaran di lingkungan bangunan dapur.
"Kita tahu setiap dapur SPPG sudah dilengkapi alat proteksi kebakaran, tapi belum tentu saat kejadian personilnya paham cara menggunakannya. Melalui pelatihan ini, mereka disiapkan untuk mampu mendeteksi dan siap mengoperasikan alat-alat tersebut secara tepat," tegas Sutaji.
Ia juga mengingatkan pelaksana lembaga progam MBG di bumi Ronggolawe untuk komitmen keselamatan di setiap titik dapur. Mengingat pada akhir bulan Maret ini tercatat 102 unit SPPG telah beroperasi di Kabupaten Tuban, diharapkan langkah mitigasi kebakaran yang dilaksanakan SPPG Tambakboyo Dasin YKB dapat menjadi standar bagi mitra dapur lainnya.
"Keselamatan relawan dan keamanan lingkungan kerja menjadi fondasi utama dalam mensukseskan program pemenuhan gizi masyarakat," tutup Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban Sutaji.(*)
