KETIK, JAKARTA – Aprilia tak hanya membawa kabar positif dari MotoGP Amerika 2026, tapi juga kekhawatiran serius di balik layar. Masalah teknis yang dialami Ai Ogura sempat membuat tim langsung waspada bahkan cenderung panik.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengakui bahwa insiden tersebut bukan sekadar masalah biasa. Ketika motor Ogura tiba-tiba bermasalah, tim langsung berpikir kemungkinan terburuk.
Dilansir dari GPone, Rivola menjelaskan bahwa ada indikasi kerusakan pada sistem pelindung mesin yang membuat motor masuk ke mode proteksi.
“Saat Ogura mengalami masalah, kami langsung merasa ngeri,” ujar Rivola.
Ia menambahkan bahwa situasi itu cukup mengkhawatirkan karena secara teori bisa saja terjadi pada pembalap Aprilia lainnya.
“Lampu peringatannya menyala dan mesin masuk ke mode perlindungan. Hal itu juga bisa terjadi pada pembalap lain,” lanjutnya.
Artinya, problem ini bukan hanya insiden tunggal, melainkan potensi risiko yang bisa berdampak lebih luas jika tidak segera dipahami.
Meski begitu, Aprilia tetap melihat sisi positif dari akhir pekan di Austin. Rivola menilai respons para pembalapnya cukup menjanjikan, terutama dalam hal mentalitas.
“Dia melakukan kesalahan di hari Sabtu, tapi bereaksi seperti seorang juara di hari Minggu,” kata Rivola, merujuk pada performa timnya.
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada Jorge Martin. Rivola menilai performa Martin belum sepenuhnya optimal, bukan hanya karena faktor fisik, tetapi juga soal kepercayaan diri.
“Saya rasa ini bukan hanya soal fisik. Dia masih butuh sedikit kepercayaan diri untuk tampil 100%,” jelasnya.
Dengan musim yang masih panjang, Aprilia kini berada di posisi menarik: performa mulai kompetitif, tapi masih ada detail teknis yang bisa menjadi penentu.
Dan dari kasus Ogura, satu hal jadi jelas di level MotoGP saat ini, satu masalah kecil saja bisa langsung membuat satu tim besar “merasa ngeri”. (*)
