Warga Diminta Tidak Panic Buying Pemkab Tuban Klaim Stok Gas Melon Aman

19 Maret 2026 22:51 19 Mar 2026 22:51

Thumbnail Warga Diminta Tidak Panic Buying Pemkab Tuban Klaim Stok Gas Melon Aman

Ilustrasi Elpiji ukuran 3 kilogram di Kabupaten Tuban, Kamis 19 Maret 2026. (Foto : Ahmad Istihar/Ketik.com)

KETIK, TUBAN – Pemkab Tuban memastikan ketersediaan gas elpiji bagi masyarakat miskin tetap aman jelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Pemkab juga mengimbau masyarakat agar tidak panic buying atau pembelian berlebihan agar distribusi gas tetap stabil dan merata di seluruh wilayah.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban, Gunadi saat dikonfirmasi mengklaim saat ini pasokan gas elpiji di Tuban masih kondisi aman.

Ia mengakui, terdapat laporan di lapangan mengenai beberapa toko kelontong sempat kehabisan stok gas elpiji. Namun kondisi ini bersifat kasuistis dan hanya terjadi di beberapa titik saja.

Menurut Diskopumdag kejadian kekosongan stok umumnya disebabkan oleh tingginya volume pembelian masyarakat dalam waktu bersamaan.

"Kalaupun ada beberapa toko yang habis stoknya, itu hanya terjadi di beberapa tempat saja. Biasanya karena volume penggunaan tinggi atau karena panic buying dari masyarakat,” ujar Gunadi, Kamis, 19 Maret 2026

Kendati demikian, Pemkab Tuban terus pemantauan dan koordinasi intensif dengan para agen serta pihak Pertamina.

Tujuannya, memastikan distribusi gas elpiji berjalan lancar, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.

Mantan Kasatpol-PP Tuban ini menambahkan apabila terdapat informasi atau kendala terkait ketersediaan gas elpiji di lapangan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan agen maupun Pertamina untuk memastikan pasokan kembali normal.

“Kalau ada informasi pasti terkait kendala distribusi, kami akan segera berkoordinasi dengan agen dan Pertamina. Sampai saat ini, Insya Allah ketersediaan gas masih aman hingga lebaran,” tegasnya

Melalui langkah ini, Gunadi berharap masyarakat tetap tenang dan membeli gas elpiji sesuai kebutuhan, sehingga ketersediaan pasokan dapat dinikmati merata oleh seluruh warga. 

Sebelumnya, hampir sepekan ini warga pengguna elpiji ukuran 3 kilo gram kesulitan mencari atau membeli bahan bakar kebutuhan rumah tangga tersebut.

Hasil pantauan stok elpiji habis di sebagian toko kelontong terjadi di wilayah kecamatan Parengan, Kecamatan Singgahan, Kecamatan Senori, Kecamatan Bangilan.

"Kalau ada barang harganya ada dua puluh lima ribu hingga tiga puluh ribu," ujar Yani kepada media ini 

Senada Yani kekosongan stok elpiji kata Said dari pembelian pangkalan - pangkalan elpiji sudah di jual di angka Rp 21 ribu. Menurutnya, alasan pangkalan kiriman dari Pertamina berkurang.

"Dari pangkalan kulakan sudah dua puluh satu. Katanya sih stok berkurang dari Pertamina,"ungkap said.(*)

Tombol Google News

Tags:

KopumdagTuban Pertaminapatraniaga Pertamina Migas Ekonomi Bisnis Pemkabtuban