KETIK, KENDAL – Kondisi Kali Aji yang melintasi Jalan Kiai Haji Asyari, tepatnya di depan Pasar Gladak, Kecamatan Kaliwungu, kian memprihatinkan. Pantauan di lokasi pada Jumat pagi, 6 Februari 2026 menunjukkan adanya pendangkalan serius akibat endapan sedimen tanah yang kini justru menyerupai daratan karena ditumbuhi rumput dan tanaman liar.
Tak hanya sedimen, tumpukan sampah juga terlihat menyangkut di kolong jembatan, menghambat laju arus air. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sekitar, terutama saat memasuki puncak musim penghujan.
Tika, salah satu warga Kaliwungu, mengeluhkan dampak langsung dari tidak berfungsinya saluran air tersebut secara maksimal. Menurutnya, setiap kali hujan lebat mengguyur, Kali Aji tidak lagi mampu menampung debit air sehingga meluap hingga ke badan jalan.
"Kalau sudah hujan, airnya meluap ke jalan. Yang paling kami khawatirkan itu saat jemput anak pulang sekolah. Air sering masuk sampai ke halaman SD Negeri 5 Krajankulon," ujar Tika saat ditemui di lokasi, Jumat pagi ini.
Ia menambahkan, luapan air ini membuat kondisi jalan menjadi sangat licin dan berbahaya bagi para siswa maupun orang tua yang melintas. "Sangat membahayakan siswa, apalagi kalau hujannya deras dan lama," imbuhnya.
Selain masalah banjir, kombinasi antara genangan air hujan dan seringnya kendaraan bermuatan berat melintas memperburuk kerusakan infrastruktur di sepanjang Jalan Kiai Haji Asyari. Aspal yang sering terendam luapan air sungai menjadi lebih cepat rapuh dan berlubang.
Kondisi drainase yang tersumbat oleh sedimen dan sampah mengakibatkan air mencari jalan keluar ke permukaan jalan, yang secara teknis mempercepat pengikisan lapisan jalan (pavement).
Warga berharap Pemerintah Kabupaten setempat melalui dinas terkait segera mengambil langkah nyata. Normalisasi sungai berupa pengerukan sedimen (pengerukan lumpur) dan pembersihan tanaman liar di sepanjang Kali Aji dianggap sebagai solusi mendesak yang harus segera dilakukan.
"Harapannya pemerintah segera menangani, dikeruk lumpurnya supaya airnya lancar lagi dan tidak banjir ke jalan atau sekolah," tutup Tika.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu adanya respon atau jadwal pembersihan rutin dari pihak berwenang agar dampak banjir tidak semakin meluas. (*)
