KETIK, BREBES – Paramitha Widyakusuma, Bupati Brebes secara resmi melantik Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Baribis yang baru di Pendopo Brebes, Kamis malam 5 Februari 2026.
Dalam pelantikan tersebut, Paramitha memberikan instruksi tegas untuk segera membenahi berbagai persoalan klasik yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Paramitha Widyakusuma menekankan bahwa jabatan baru ini bukan sekadar posisi formal, melainkan memikul tanggung jawab besar untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Ia menginstruksikan direktur terpilih untuk fokus pada tiga poin utama.
Tiga poin tersebut yakni emperbaiki infrastruktur pipa yang sering bocor guna menekan angka kehilangan air (Non-Revenue Water), menjamin kelancaran distribusi air ke rumah pelanggan agar tidak ada lagi keluhan air tidak mengalir, serta melakukan pembenahan administrasi bagi pelanggan yang menunggak pembayaran demi kesehatan finansial perusahaan.
"Saya minta direktur yang baru segera turun ke lapangan. Benahi kebocoran, jangan biarkan masyarakat mengeluh air macet, dan tindak tegas pelanggaran serta tunggakan pelanggan yang tidak kooperatif," tegasnya saat memberikan sambutan.
Komitmen Direktur Baru
Menanggapi instruksi tersebut, Direktur PDAM yang baru, Fani Sandra Destian menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan amanat tersebut. Ia berkomitmen akan membawa PDAM ke arah yang lebih profesional dan memberikan pelayanan prima bagi warga.
"Kami siap melaksanakan instruksi tersebut. Fokus pertama saya adalah audit infrastruktur untuk memetakan titik kebocoran dan memastikan suplai air kembali normal. Kami juga akan memperkuat tim penagihan untuk menangani tunggakan," ujarnya usai acara pelantikan.
Dibeberkan lebih rinci, Terkait kebocoran kehilangan air (NRW) tranmisi distribusi 39%, berharap bisa turun secara progres bertahap dengan melakukan kajian umur pipa, pemasangan DMA (Distrik meter area), sterilisasi valve (katup) jalur dan penataan teknik lainya.
Ke depan, masih kata Fani, akan mengevaluasi terkat produksi air di setiap wilayah, karena di samping target sambunga rumah, juga harus menghitung idle capacity (kapasitas menganggur/terlantar), tidak asal menerima sambungan rumah.
Dia mengasumsi perkiraan untuk 1 liter adalah 100 sr dengan ujung tekanan 0,7 bar.(*)
