KETIK, PALEMBANG – Suasana Palembang Sport & Convention Center (PSCC) benar-benar pecah saat ribuan penonton memadati gelaran Suara Loka Palembang, bagian dari rangkaian Livin’ Fest by Mandiri untuk merayakan HUT ke-27 Bank Mandiri.
Perpaduan musik, budaya, kuliner, fesyen, hingga aktivitas olahraga membuat festival ini jadi ruang seru untuk merayakan kreativitas kota, Sabtu, 15 November 2025.
Barasuara, Yura Yunita, dan Bernadya tampil sebagai magnet utama, sukses menghidupkan seluruh area konser dengan aksi panggung yang memukau.
Tak kalah kuat, dua band lokal Palembang—Kopral Jono dan Hutan Tropis—ikut membawa warna khas daerah dengan penampilan yang energik dan menggugah.
Suara Loka edisi Palembang juga menghadirkan sentuhan budaya Indonesia yang kuat.
Suara Gambus membuka panggung dengan nuansa Melayu-Palembang yang hangat, sementara fragmen tari Putri Pinang Masak memikat penonton lewat visual kontemporer yang elegan. Keduanya sukses mendapat sambutan meriah dari ribuan pengunjung.
CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu, menyebut Palembang punya karakter penonton yang solid dan sangat menghargai ragam pertunjukan yang ditampilkan.
“Suara Loka kami hadirkan sebagai ruang ramah bagi musik dan komunitas. Palembang membuktikan bahwa cinta terhadap musik dan budaya Indonesia sangat hidup di sini,” ujarnya.
Aksi panggung memukau dari Band Kopral Jono pada pagelaran suara Loka livin' Fest by Mandiri, Sabtu 15 November 2025 (Foto: Suara Loka)
Kurasi musik Suara Loka Palembang tersaji dengan alur energi yang naik secara bertahap. Kopral Jono dan Hutan Tropis membuka malam dengan eksplorasi indie penuh warna, diikuti Bernadya yang membawa suasana hening dan puitis khasnya.
Panggung kemudian meledak saat Barasuara tampil dengan performa teatrikal dan harmonisasi tajam, sebelum Yura Yunita menutup rangkaian dengan penampilan epik yang melibatkan koor massal, menggema memenuhi seluruh PSCC.
Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 2, Ade Arief Mochtar, menilai Livin’ Fest menjadi wadah kolaboratif yang menyatukan masyarakat melalui musik, budaya, dan kreativitas.
“Livin’ Fest bukan hanya konser musik. Ini tentang menghadirkan pengalaman kota yang lengkap—kuliner, olahraga, layanan publik, hingga gaya hidup. Antusiasme Palembang hari ini membuktikan masyarakat menyambut festival inklusif seperti ini,” jelasnya.
Kesuksesan gelaran di Palembang semakin memperkuat posisi Livin’ Fest sebagai festival kota yang menggabungkan musik, budaya, dan kebersamaan. Setelah Palembang, Livin’ Fest Music bersama Suara Loka akan melanjutkan perjalanan ke Makassar dan Surabaya.(*)
