KETIK, TUBAN – Keberhasilan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bergantung pada penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) melalui instrumen pengawasan Pemantapan Mutu Internal (PMI) dan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) yang dilakukan secara berkala oleh lembaga pelaksana Makan Bergizi Gratis (Korwil, Kapokcam, Mitra dapur, dan Yayasan) maupun pihak dapur.
Pengawasan PMI /PME sangat diperlukan untuk dapat menjamin kualitas produksi SPPG. Sebaliknya, jika pengelola atau manajemen dapur tidak paham tentang PMI dan PME, standar kualitas produksi yang dihasilkan SPPG perlu dipertanyakan.
"Apakah dapur mengerti PMI dan PME, kalau tidak mengerti berarti memang perlu survei standar kualitas hasil produksi dapur," kata anggota mitra BGN dapur generasi emas, Dadang, menanggapi kasus yang terjadi di satuan pendidikan SMPN 1 Montong, Rabu 28 Januari 2026
Menurutnya, jika ditinjau dari jumlah total penerima manfaat sebanyak 3.617 porsi, seharusnya pihak manajemen dapur sudah menerapkan SOP serta mampu diterapkan seluruh karyawan/relawan internal dan eksternal.
“Kejadian mual, pusing, atau gatal - gatal yang dialami siswa sekolah dapat diminimalisir. Asal SOP dan relawan diberikan pemahaman PMI-PME secara periodik,” sambungnya
Di sisi lain, saat mencoba mengkonfirmasi pihak terkait yaitu lembaga pelaksana program MBG di daerah, Kordinator wilayah SPPG Kabupaten Tuban, Aulia Rizqi, belum memberikan keterangan resmi. Itu perihal penerapan SOP dapur SPPG sudah melakukan manajemen pengawasan PMI dan PME pada setiap SPPG.
Konfirmasi juga diteruskan kepada kepala SPPG Montongsekar Yayasan Bumi Wali Berdedikari, Mahlus terkait adanya 3.617 porsi/pm. Namun, aparatus SPPI BGN ini lebih memilih membaca pesan tanpa memberikan balasan.
Sikap yang sama juga ditunjukkan tim Satgas MBG daerah yang terbentuk dari gabungan pemkab, aparat keamanan. Mereka kompak memilih menutup rapat - rapat informasi saat jurnalis menanyakan kasus itu pada Selasa, 27 Januari 2026 14. Saat itu siswa SMPN Montong menjadi mengalami mual-mual, pusing, dan gatal usai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Tuban.(*)
