KETIK, ACEH SINGKIL – Ikatan Pelajar Mahasiswa Singkil (IPMA Singkil) berkolaborasi dengan Konservasi Alam Aceh Singkil (KOAS) melaksanakan buka puasa bersama sekaligus menyantuni puluhan anak yatim di salah satu kafe pada Senin, 16 Maret 2026.
"Bukber Ramadan 1447 H ini ditujukan untuk jalinan tali silaturahmi antarsesama, apalagi berketepatan pada 26 Ramadan. Momentum kebersamaan ini juga sebagai upaya menumbuhkan kepedulian sosial terhadap para anak yatim," kata Amsyardin Maulana Putra, selaku ketua pelaksana.
Amsyardin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antar mahasiswa dan pemuda di Aceh Singkil.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat berbagi kepada yang membutuhkan, " ucapnya
Harapannya, kata dia, tahun depan kembali digelar dengan cakupan lebih luas. "Bukber massal pemuda mahasiswa' dengan melibatkan seluruh pemuda dan mahasiswa se Aceh singkil," ujar dia.
Sementara itu, Founder KOAS, Dio Fahmizan juga menyampaikan berdirinya negara Indonesia tidak terlepas dari kaum muda. Menurut dia, jika anak muda Aceh Singkil masih dalam pola yang sama tersekat dengan istilah sekte, terkelompokkan dalam narasi pesisir dan pegunungan, Apo-Apo dan kade-kade sudah dipastikan akan terus jalan ditempat.
"Itu akibat faktor tidak adanya rasa kepemilikan bersama karena di isi dengan ego-ego kultur," ucap Dio fahmizan.
Acara di isi juga dengan tausiyah agama yang disampaikan ustaz Yasirli, yang mengangkat tema tentang kepemimpinan (leadership). Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa seorang pemimpin harus memiliki tanggung jawab, kejujuran serta kemampuan untuk melayani dan mengayomi kelompok atau individu yang dipimpin.
Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya soal jabatan, tetapi juga tentang keteladanan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
Yasirli juga mengingatkan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa dan pemuda, harus mulai menanamkan nilai-nilai kepemimpinan sejak dini agar mampu menjadi estafet pemimpin yang amanah di masa depan. (*)
