KETIK, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni melakukan dialog pembangunan bersama organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus di Gedung Negara Provinsi Banten pada Senin, 16 Maret 2026.
Dalam pertemuan tersebut, gubernur memaparkan delapan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi dan keresahan yang disampaikan para mahasiswa.
“Ini adalah dialog berbagai hal dengan teman-teman Kelompok Cipayung, salah satunya terkait dengan satu tahun kepemimpinan,” ujar Andra Soni ditemui usai dialog.
Pada kesempatan tersebut mahasiswa juga menyampaikan sejumlah keresahan terkait berbagai persoalan di daerah. Pemerintah Provinsi Banten, kata dia, berkomitmen untuk mengkaji setiap masukan tersebut bersama-sama.
“Tadi sudah disampaikan komitmen bersama untuk mengkaji bersama-sama, kemudian menindaklanjutinya bersama-sama,” katanya.
Andra Soni juga mengungkapkan bahwa dirinya mengajak seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan pemprov setempat untuk membuka ruang dialog lebih luas dengan kelompok pemuda dan mahasiswa. Hal itu dilakukan agar generasi muda dapat berkontribusi secara aktif dalam proses pembangunan daerah.
Dalam dialog tersebut, sejumlah isu turut disampaikan oleh mahasiswa, di antaranya persoalan angka putus sekolah serta masih adanya ijazah siswa tertahan di sekolah. Isu tersebut salah satunya menjadi perhatian dari organisasi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
“Misalnya upaya dari kelompok PMII yang peduli dengan angka putus sekolah. Kemudian kepedulian mereka terhadap ijazah yang masih tertahan oleh sekolah. Apa korelasinya Sekolah Gratis dengan ijazah-ijazah tersebut,” ungkapnya.
Menurut Andra Soni, melalui program Sekolah Gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi Banten, diharapkan tidak ada lagi kasus penahanan ijazah oleh pihak sekolah, khususnya sekolah yang berada di bawah yayasan.
“Kami memahami bahwa mereka juga punya sistem keuangan yang harus dipertanggungjawabkan. Sehingga kita ajak dialog, semoga mereka bisa memberikan solusi,” ujarnya.
Ke depan, program Sekolah Gratis tersebut direncanakan akan menjangkau penerima manfaat yang lebih luas, termasuk sekolah berbasis keagamaan atau madrasah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Selain itu, gubernur juga memaparkan perkembangan program unggulan Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra yang saat ini banyak dilaksanakan di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
Menurutnya, respons masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya usulan yang diajukan oleh masyarakat melalui proposal program.
“Respon masyarakat cukup baik terbukti dengan inisiatif pengajuan masyarakat yang mencapai 2.000 lebih proposal pengajuan program,” kata Andra Soni.
Dalam kesempatan sama, ia juga menyampaikan percepatan operasional dua rumah sakit daerah, yakni RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan dan RSUD Uwes Qorny Cilograng. Kedua rumah sakit tersebut, kata dia, baru dapat beroperasi setelah tiga tahun berdiri.
Menurut Andra Soni, berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemprov Banten merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Banten, baik dari sisi produktivitas maupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“IPM Provinsi Banten termasuk tinggi ditopang oleh wilayah utara. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Banten yang kini mendekati Rp1.000 triliun,” jelasnya.
Di hadapan para mahasiswa, Gubernur Andra Soni juga menegaskan bahwa aksi demonstrasi merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat serta menjadi bentuk kontrol sosial terhadap pemerintah.
“Kalian adalah pewaris Banten ke depan. Proses kalian berorganisasi sebagai sebuah kepedulian,” pungkasnya. (*)
