KETIK, PALEMBANG – Suasana ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang mendadak berubah tegang, Senin, 23 Februari 2026.
Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi revitalisasi Pasar Cinde dengan terdakwa mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, terpaksa ditunda.
Bukan karena absennya saksi atau persoalan administratif, melainkan kondisi kesehatan terdakwa yang dikabarkan sangat kritis.
Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas IA Palembang itu sedianya beragendakan pemeriksaan saksi.
Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerima surat keterangan dokter yang diserahkan tim penasihat hukum terdakwa.
Dalam surat tersebut disebutkan Alex Noerdin tengah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta.
Kuasa hukum Alex Noerdin, Titis Rachmawati, di hadapan majelis hakim mengungkapkan bahwa kliennya saat ini dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU).
Berdasarkan keterangan medis, ia mengalami sumbatan pada empedu disertai infeksi pada saluran pankreas yang membutuhkan penanganan serius dan pengawasan ketat tim dokter.
“Beliau saat ini sedang dirawat di ruang ICU di rumah sakit di Jakarta,” ujar Titis di ruang sidang.
Mendengar penjelasan tersebut, Ketua Majelis Hakim Fauzi Isra memutuskan menunda persidangan selama dua minggu.
Majelis hakim memutuskan menunda sidang selama dua minggu setelah menerima keterangan bahwa terdakwa tengah menjalani perawatan intensif di Jakarta, Senin 23 Februari 2026. (Foto: M Nanda/Ketik.com)
Sidang dijadwalkan kembali pada 9 Maret 2026, dengan harapan kondisi terdakwa membaik dan dapat mengikuti proses hukum secara langsung.
“Sidang kita tunda dua minggu ke depan. Semoga beliau cepat pulih,” kata hakim ketua.
Usai persidangan, anggota tim advokat lainnya, Redho Junaidi, membeberkan kronologi memburuknya kondisi kesehatan mantan orang nomor satu di Sumsel itu.
Ia menyebut tekanan darah Alex Noerdin sempat turun drastis hingga 70/40 saat masih berada di rumah tahanan.
Pihak rutan kemudian merujuknya ke RS Siloam Palembang. Namun setibanya di rumah sakit, kondisinya justru semakin menurun dan sempat tidak sadarkan diri.
Karena keterbatasan peralatan medis untuk menangani komplikasi yang dialami, tim dokter memutuskan merujuknya ke rumah sakit di Jakarta yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
“Kondisinya cukup serius. Saat di Siloam beliau sudah pingsan. Peralatan medis di Palembang dinilai kurang memadai untuk penanganan lanjutan, sehingga harus dirujuk ke Jakarta,” ungkap Redho kepada Jurnalis.
Kabar kondisi kritis Alex Noerdin ini langsung menyita perhatian publik Sumatera Selatan.
Sosok yang pernah memimpin provinsi tersebut selama dua periode kini tengah berjuang melawan penyakit serius di tengah proses hukum yang masih berjalan.
Tim advokat pun memohon doa masyarakat agar kondisi kesehatan kliennya segera membaik.
“Kami mohon doa masyarakat Sumsel agar Pak Alex Noerdin lekas sembuh dan pulih kembali,” tutur Redho.
Penundaan sidang ini menambah dinamika dalam perkara dugaan korupsi revitalisasi Pasar Cinde.
Untuk sementara, fokus persidangan bergeser pada kondisi kesehatan terdakwa yang disebut sangat kritis dan membutuhkan perawatan intensif demi keselamatan jiwanya.
Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan, baik bagi proses hukum yang tengah berjalan maupun bagi kondisi kesehatan mantan gubernur tersebut.(*)
