KETIK, SURABAYA – Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, mengaku mendapat teror dan tekanan terhadap dirinya serta keluarganya dari sejumlah akun anonim setelah kritiknya terhadap berbagai program pemerintah viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Penggagas Komunitas Pandu Negeri Aryo Seno Bagaskoro menilai segala bentuk tekanan terhadap Tiyo sebagai bentuk kemunduran peradaban bangsa. Ia menyebut gagasan yang disampaikan Tiyo merupakan kristalisasi keresahan anak muda yang menginginkan perbaikan terhadap kondisi yang dinilai stagnan.
Menurut Seno, pemerintah memiliki kewajiban melindungi hak kebebasan berpendapat sebagaimana diamanatkan konstitusi. Ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku teror guna memastikan kemerdekaan berpendapat tetap terjaga.
Seno menambahkan, pemerintah seharusnya tidak bersikap anti-kritik dan perlu mendengarkan substansi gagasan yang disampaikan. Ia menilai respons yang tidak tepat terhadap suara pelajar dan mahasiswa justru dapat menimbulkan persepsi bahwa pemerintah mengabaikan persoalan yang perlu dikoreksi.
Ia menegaskan, kritik yang disampaikan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap bangsa dan negara yang semestinya dihargai. (*)
