KETIK, JAKARTA – Serial drama Korea Can This Love Be Translated? menjadi salah satu tontonan paling banyak dibicarakan sejak dirilis secara resmi di platform streaming Netflix pada 16 Januari 2026.
Serial bergenre komedi romantis ini ditulis oleh Hong Sisters, yaitu Hong Jung-eun dan Hong Mi-ran, duo penulis yang sebelumnya sukses dengan drama populer seperti Hotel Del Luna, The Master’s Sun, dan Alchemy of Souls.
Sementara itu, Yoo Young-eun yang bertugas sebagai sutradara, dikenal lewat karyanya di Bloody Heart.
Salah satu aspek yang membuat drama ini menarik dan banyak diperbincangkan adalah lokasi syutingnya yang tidak hanya diambil di Korea Selatan. Syuting dilakukan di beberapa negara selain Korea Selatan, yaitu Jepang, Kanada, dan Italia.
Keputusan syuting di luar negeri bukan sekadar pemandangan visual saja. Namun menurut sang sutradara, latar tersebut membantu mencerminkan perkembangan emosi tokoh utama seiring perjalanan cerita mereka.
Di Jepang, adegan awal memperkenalkan hubungan pertama antara Joo Ho-jin dan Cha Mu-hee dengan nuansa budaya dan perjalanan.
Kanada kemudian menjadi setting penting ketika hubungan dua karakter itu makin dekat di tengah pemandangan alam yang luas seperti pegunungan dan danau.
Sementara di Italia, latar kota bersejarah memberikan aura romantis khas Eropa sebagai latar untuk puncak konflik emosional cerita.
Lokasi syuting di Kanada, terutama di daerah seperti Banff, memberikan kesempatan bagi kru, pemain serta penonton untuk menyaksikan pemandangan alam yang menakjubkan, termasuk aurora borealis yang sempat terlihat saat istirahat syuting dan menjadi momen tak terlupakan di balik layar.
Sutradara Yoo Young-eun juga mengakui bahwa setiap latar tidak hanya sebagai backdrop, tetapi menjadi bagian penting dalam menyampaikan perasaan dan konflik internal tokoh, terutama dalam adegan ketika dua karakter utama saling memahami bahasa masing-masing.
Serial ini dibintangi oleh Kim Seon-ho sebagai Joo Ho-jin, seorang penerjemah multibahasa yang fasih berbahasa Korea, Jepang, Inggris, dan Italia. Kim Seon-ho bahkan berlatih berbicara dalam keempat bahasa tersebut untuk memperkuat karakter yang ia mainkan.
Sementara Go Youn-jung memerankan Cha Mu-hee, bintang internasional yang harus membagi waktunya antara dunia karier dan cinta dalam sorotan media. Chemistry kuat antara Kim Seonho dan Go Youn-jung menjadi sorotan penonton sejak awal, didukung oleh interaksi mereka di lokasi syuting yang menunjukkan kedekatan mereka.
Adegan adegan seperti pertemuan awal mereka di Tokyo, perjalanan emosi di tengah keindahan alam Kanada, hingga momen intim di kota-kota Italia, menjadi beberapa momen paling diingat penonton sepanjang drama.
Dengan penggabungan visual menawan dari berbagai negara, penulisan cerita oleh penulis legendaris, serta chemistry pemeran utama yang kuat, Can This Love Be Translated? dianggap berhasil menyuguhkan romansa lintas budaya yang berbeda dari drama Korea kebanyakan.*
